Enam Karhutla Muncul di Sejumlah Daerah, Puluhan Hektare Lahan Terbakar

BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan terjadi di Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan hingga Maluku Utara. Di Pinrang, luas lahan terdampak mencapai sekitar 37 hektare.

Ikonkata-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat enam kejadian baru dalam periode Minggu (30/8) hingga Senin (31/8).

Karhutla tersebut tersebar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah; Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur; Kabupaten Pinrang dan Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan; serta Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah musim kemarau yang meningkatkan potensi lahan kering mudah terbakar.

Pinrang Catat Lahan Terbakar Terluas

Di Sulawesi Selatan, karhutla terjadi di tiga wilayah Kabupaten Pinrang, yakni Kelurahan Tellumpanua dan Watang Suppa di Kecamatan Suppa serta Desa Katomporang, Kecamatan Duampanua.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (29/8) tersebut menghanguskan sekitar 37 hektare lahan. Rinciannya, dua hektare di Tellumpanua, lima hektare di Watang Suppa, dan sekitar 30 hektare di Katomporang.

BPBD Kabupaten Pinrang bersama Damkar, TRC, dan masyarakat melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada Minggu (30/8).

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang. Kebakaran di Desa Madenra, Kecamatan Kulo, mengakibatkan sekitar enam hektare lahan terdampak.

BPBD bersama Damkar, aparat desa, dan warga turun melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

Kalimantan Timur Jadi Salah Satu Titik Rawan

Di Kalimantan Timur, kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Api yang mulai muncul sejak Sabtu (29/8) melanda kawasan Kelurahan Makroman dan Pulau Atas.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 12 hektare. Hingga Minggu (30/8), BPBD Samarinda bersama relawan masih melakukan penanganan di lokasi.

Sementara di Kabupaten Kutai Kartanegara, kebakaran terjadi di Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu, sejak Rabu (26/8).

Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Jarak sumber air yang cukup jauh serta angin kencang membuat api sulit dikendalikan.

Sekitar 27 hektare lahan terdampak. Meski di sejumlah titik tidak lagi terlihat kobaran api, petugas masih menemukan titik api di lokasi lain sehingga penanganan terus dilakukan.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Karhutla Juga Terjadi di Klaten dan Halmahera Timur

Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, karhutla terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Minggu (30/8) sekitar pukul 14.00 WIB.

Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7,3 hektare. BPBD Klaten bersama tim gabungan berhasil memadamkan api pada hari yang sama sekitar pukul 16.34 WIB.

Sementara itu, di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, karhutla melanda Desa Toboino, Kecamatan Wasile Timur, pada Sabtu (29/8).

Sekitar empat hektare lahan terbakar. Berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.

BPBD Halmahera Timur bersama Damkar dan masyarakat kemudian melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

BNPB Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan ancaman karhutla masih perlu diwaspadai selama musim kemarau.

BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat patroli di wilayah rawan, memantau titik panas, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya kepada BPBD, pemadam kebakaran, aparat setempat, atau pihak berwenang agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

BNPB juga mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

banner 336x280