Ikonkata-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Sudan di bidang pengawasan obat dan produk kesehatan.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menerima audiensi Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali, Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama BPOM dengan National Medicines and Poisons Board (NMPB) Sudan yang telah disepakati melalui memorandum of understanding (MoU) pada 3 Juli 2025.
MoU tersebut mencakup kerja sama pengawasan obat, obat bahan alam, suplemen kesehatan, serta kosmetik.
Taruna mengatakan, posisi BPOM yang telah memperoleh status WHO-Listed Authority (WLA) menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat kerja sama dengan regulator Sudan.
Status WLA yang diraih BPOM pada 16 Desember 2025 menunjukkan bahwa sistem regulasi Indonesia telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“BPOM akan mengupayakan peningkatan kapasitas regulator farmasi serta dukungan terhadap penguatan kapasitas laboratorium sesuai kebutuhan Sudan,” kata Taruna.
Dorong Kerja Sama yang Lebih Konkret
Hubungan Indonesia dan Sudan sebelumnya telah berkembang di sektor kesehatan, termasuk melalui ekspor produk vaksin dan obat keluarga berencana dari Indonesia ke Sudan.
BPOM berharap kerja sama melalui MoU tersebut tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi dilanjutkan dengan berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan BPOM. Ia berharap hubungan kedua pihak dapat terus dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas regulator.
“Kami atas nama pribadi dan perwakilan Pemerintah Sudan di Indonesia berterima kasih atas kerja sama serta kinerja yang terjalin dengan BPOM,” ujar Yassir.
Menurutnya, penguatan kapasitas regulator menjadi salah satu kebutuhan penting Sudan dalam mengembangkan sistem pengawasan obat dan produk kesehatan.
BPOM pun menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Sudan dalam pengembangan sektor farmasi. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Kerja Sama Selatan-Selatan, khususnya dalam berbagi pengetahuan dan memperkuat kapasitas antarnegara berkembang.
Taruna menegaskan, hubungan Indonesia dan Sudan yang telah terjalin selama ini perlu terus dipelihara dan dikembangkan melalui kerja sama yang lebih luas.
“Sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia, saya berharap hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Sudan akan senantiasa terpelihara dan semakin erat,” pungkasnya.















