Bantuan Tiba di Palue, 150 Tenda dan 1,6 Ton Beras Dikirim untuk Korban Gempa

Bantuan dikirim melalui jalur laut dan udara untuk mempercepat penanganan di wilayah kepulauan tersebut.

Ikonkata-Jalur menuju Pulau Palue belum sepenuhnya mudah. Jalan rusak pascagempa masih menjadi tantangan. Namun bantuan tetap bergerak.

BNPB bersama tim gabungan menyalurkan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026).

Bantuan dikirim melalui jalur laut dan udara untuk mempercepat penanganan di wilayah kepulauan tersebut.

KMP Ile Ape yang membawa bantuan tiba di Pulau Palue pada pukul 17.20 WITA. Setelah bersandar, logistik langsung dibongkar untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan kali ini cukup besar. Sebanyak 150 tenda keluarga, 400 matras, enam genset, enam jeriken BBM, 10 boks peralatan listrik, 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras, 300 selimut, 100 hygiene kits, 100 kidsware, dan 150 liter minyak goreng dikirim ke Palue.

Beras sebanyak 1,6 ton dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar satu pekan ke depan.

Bantuan tersebut melanjutkan pengiriman tahap pertama yang sebelumnya dilakukan pada 16 Agustus menggunakan speedboat milik Polair.

Setibanya di Palue, bantuan diterima langsung Sekretaris Camat Palue Maria Bernadeta Roja.

Namun perjalanan belum selesai.

Dari titik sandar, bantuan masih harus dibawa melalui jalur darat menuju warga terdampak. Kondisi jalan yang rusak akibat gempa magnitudo 7,7 membuat proses distribusi membutuhkan tenaga dan waktu lebih.

Personel gabungan tetap bergerak melewati jalur tersebut agar bantuan tidak berhenti di titik kedatangan.

Listrik Mulai Dipulihkan

Selain kebutuhan pangan dan hunian sementara, pemulihan listrik juga terus dilakukan.

Data PLN UP3 Flores Bagian Timur per 17 Agustus pukul 17.00 WITA mencatat dari enam gardu distribusi yang terdampak, empat gardu sudah kembali menyala, sementara dua lainnya masih padam.

Perbaikan terus dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik di wilayah terdampak.

Dukungan kesehatan juga disiapkan. Selain obat-obatan, delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan diterjunkan untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat.

Pola distribusi kali ini memanfaatkan dua jalur sekaligus.

Laut digunakan untuk membawa logistik dalam jumlah besar menuju wilayah kepulauan, sementara transportasi udara dimanfaatkan untuk mempercepat mobilisasi bantuan dan mendukung akses ke daerah terdampak.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait masih melakukan pendataan serta pemantauan kebutuhan warga.

Di Palue, pekerjaan darurat bukan hanya soal mengirim bantuan.

Bantuan harus tiba, dibongkar, lalu menempuh jalan yang rusak hingga benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan.

Itulah pekerjaan yang sedang berlangsung di Pulau Palue setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur.

banner 336x280