Ikonkata-Hong Kong menorehkan sejarah dengan meraih trofi utama untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Kamboja 2-0 pada final Piala Challenge ASEAN FIFA.
Dua gol kemenangan Hong Kong dicetak Matt Orr pada penghujung babak pertama dan Everton Camargo pada awal babak kedua. Kemenangan tersebut disambut gemuruh sekitar 32.000 penonton di Kai Tak Stadium.
Nyanyian “campeon, campeon, ole, ole, ole” bahkan sudah terdengar sekitar 10 menit sebelum pertandingan berakhir. Para suporter merayakan keberhasilan tim mereka mengamankan trofi dalam turnamen FIFA tersebut.
Bek Hong Kong Oliver Gerbig mengaku mendengar langsung nyanyian para suporter. Namun, ia memilih tetap menjaga fokus hingga pertandingan benar-benar selesai.
“Saya hanya berusaha tetap fokus dan memastikan kami menyelesaikan pertandingan dengan baik, tetapi dukungan para penggemar malam ini luar biasa,” kata Gerbig kepada FIFA.
Bagi Everton Camargo, gelar tersebut memiliki arti khusus. Pemain kelahiran Brasil itu baru menekuni sepak bola profesional setelah ditemukan saat berlibur di Hong Kong dan bermain sepak bola bersama teman-temannya ketika berusia 24 tahun.
Lebih dari satu dekade kemudian, Camargo menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Hong Kong meraih trofi.
“Ini merupakan momen yang luar biasa bagi Hong Kong. Kami mendapat dukungan dari para penggemar, semua pemain di dalam tim benar-benar menjalankan perannya, dan sekarang kami berhasil mengangkat sebuah trofi,” ujar Camargo.
Ia menilai gelar tersebut dapat menjadi modal bagi Hong Kong untuk menatap kualifikasi Piala Dunia 2030.
“Tidak akan mudah untuk lolos ke Piala Dunia 2030, tetapi jika kami terus bekerja keras dan terus meningkatkan level permainan, hal itu mungkin terwujud karena saya benar-benar percaya pada masa depan tim ini,” katanya.
Sementara itu, Matt Orr menjadi salah satu pemain paling menonjol sepanjang turnamen. Penyerang Shanghai Port berusia 29 tahun tersebut mencetak gol dalam tiga pertandingan Hong Kong sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak Piala Challenge ASEAN.
Orr menyebut keberhasilan tersebut menjadi kenangan penting dalam kariernya, terlebih Hong Kong tidak banyak memiliki kesempatan untuk memenangkan trofi.
“Ini merupakan perasaan yang luar biasa bisa memenangkan trofi untuk Hong Kong. Sebagai tim seperti kami, mungkin tidak banyak kesempatan untuk memenangkan trofi, jadi meraih satu trofi dalam turnamen resmi FIFA untuk pertama kalinya terasa sangat istimewa,” ujar Orr.
Menurut Orr, kemenangan atas Kamboja juga menjadi jawaban setelah Hong Kong sebelumnya gagal lolos ke Piala Asia. Ia menilai energi, pressing, dan karakter yang ditunjukkan tim menjadi kunci kemenangan.
Hong Kong kini membawa momentum tersebut menuju persiapan kualifikasi Piala Dunia 2030. Orr berharap Kai Tak Stadium dapat menjadi markas yang memberikan dorongan bagi perjalanan mereka.
“Para penggemar selalu berada di belakang kami dan kami ingin menjadikan Kai Tak sebagai benteng yang sesungguhnya,” katanya.










