Kekeringan Meluas, Pemkab Maros Kerahkan 16 Truk Tangki Salurkan Air Bersih

Untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, Pemkab Maros menyiapkan armada tangki yang akan beroperasi secara berkelanjutan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Ikonkata – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai memperkuat penanganan krisis air bersih yang terjadi akibat kekeringan di sejumlah wilayah. Sebanyak 16 armada truk tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.

Armada tersebut dilepas oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros. Pada tahap awal, distribusi diprioritaskan ke wilayah yang masuk dalam zona merah kekeringan, yakni Kecamatan Maros Baru dan Kecamatan Lau.

banner 970x250

Chaidir mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan sebagai langkah tanggap terhadap dampak kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino. Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, kondisi tersebut berdampak terhadap 6.738 kepala keluarga (KK).

Warga terdampak tersebar di delapan kecamatan. Empat kecamatan masuk kategori zona merah, masing-masing Maros Baru, Lau, Bontoa, dan Marusu. Sementara empat kecamatan lainnya masuk zona kuning, yakni Turikale, Tanralili, Moncongloe, dan Mandai.

Untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, Pemkab Maros menyiapkan armada tangki yang akan beroperasi secara berkelanjutan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

“Setiap harinya, minimal 16 tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter akan dikerahkan secara berkesinambungan hingga kondisi pasokan air kembali membaik,” kata Chaidir Syam.

Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan pendistribusian air bersih dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan anggaran untuk memastikan kegiatan tersebut dapat berjalan.

Pada tahap awal, Pemkab Maros mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak.

“Untuk operasional awal pendistribusian air bersih hari ini, dikucurkan anggaran awal Rp600 juta dengan mekanisme penyaluran empat kali sehari untuk setiap tangki,” ujar Andi Davied.

Pemkab Maros selanjutnya akan melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak serta kebutuhan air masyarakat. Distribusi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *