Piala Presiden 2026 Jadi Ajang Uji Coba Persija Menuju Super League

Finis ketiga bukan tujuan akhir. Shin Tae-yong kini membawa Macan Kemayoran ke Thailand untuk mengasah fisik, taktik, mental, sekaligus menemukan komposisi terbaik menuju musim 2026/2027.

Ikonkata-Persija Jakarta menutup rangkaian Piala Presiden 2026 dengan finis di posisi ketiga. Namun, bagi Macan Kemayoran, hasil akhir turnamen pramusim tersebut bukanlah ukuran utama.

Piala Presiden justru menjadi ruang bagi Shin Tae-yong untuk membaca kesiapan tim sebelum memasuki kompetisi sesungguhnya, Super League 2026/2027.

Persija mengawali perjalanan di Grup B dengan kekalahan 0-1 dari Persebaya. Pada laga kedua, Persija bermain imbang 2-2 melawan Port FC, sebelum menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas PSMS.

Berstatus runner-up Grup B, Persija kemudian melangkah ke semifinal. Namun, langkah mereka terhenti setelah kalah 1-2 dari Persib.

Macan Kemayoran bangkit pada perebutan tempat ketiga dengan kemenangan 3-1.

Di balik hasil tersebut, Shin Tae-yong mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi timnya. Mulai dari daya tahan fisik, kemampuan teknis dan taktik, hingga mental bertanding para pemain.

Lima pertandingan juga memberikan ruang bagi sang pelatih untuk melakukan rotasi dan menguji sejumlah pemain dalam situasi pertandingan kompetitif.

Hasil evaluasi tersebut kini menjadi dasar untuk menyusun program persiapan berikutnya.

Thailand Jadi Tahap Berikutnya

Persija akan melanjutkan persiapan melalui pemusatan latihan di Thailand pada 10–23 Agustus 2026.

Program tersebut menjadi fase penting untuk membawa Persija menuju permainan yang lebih matang sebelum Super League bergulir.

Fokusnya tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga memperkuat struktur permainan. Persija ingin menjadi tim yang lebih solid ketika bertahan, lebih kreatif di lini tengah, dan lebih agresif di sektor penyerangan.

Manajer Persija, Marsda (Purn.) TNI Ardhi Tjahjoko, menilai Piala Presiden telah memberikan banyak informasi mengenai perkembangan skuad.

“Sejak awal, fokus utama Persija tampil di Piala Presiden adalah sebagai tahapan persiapan menuju Super League 2026/2027,” tutur Ardhi.

Menurutnya, rotasi yang dilakukan Shin Tae-yong sepanjang lima pertandingan menjadi bagian penting dalam pemetaan kekuatan tim.

“Pelatih Shin Tae-yong melakukan rotasi pemain. Hal tersebut tentu sangat baik untuk melihat dan memetakan kekuatan yang dimiliki Persija saat ini,” ujarnya.

Ardhi menyebut program latihan teknik dan taktik Persija juga belum diberikan secara menyeluruh. Kondisi kebugaran pemain pun masih belum mencapai level maksimal.

Artinya, masih terdapat ruang besar untuk peningkatan sebelum kompetisi resmi dimulai.

Pemain Muda Jadi Sinyal Positif

Salah satu catatan positif Persija dari Piala Presiden adalah keberanian memberikan menit bermain kepada pemain muda.

Ardhi menilai para pemain muda mampu menjawab kepercayaan yang diberikan dengan performa positif. Kehadiran sejumlah nama baru juga memperkaya pilihan Shin Tae-yong dalam membangun skuad.

“Nama-nama baru pun telah menunjukkan kinerja yang luar biasa. Semua ini menjadi bekal penting bagi kami untuk terus berkembang dan melangkah ke musim depan dengan persiapan yang lebih baik,” katanya.

Karena itu, Persija tidak ingin terjebak pada hasil Piala Presiden semata. Finis ketiga menjadi catatan, tetapi proses yang dilalui selama turnamen jauh lebih penting untuk membangun fondasi tim.

banner 336x280