Ikonkata — Kemarau panjang mulai menekan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Maros. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan bantuan tangki, tetapi mulai menyiapkan penguatan sistem penyediaan air untuk menghadapi kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober atau November.
Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansur mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan, terutama untuk masyarakat di wilayah yang mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang ini kita sudah masuk musim kemarau panjang. Berdasarkan prediksi, kondisi ini mungkin masih berlangsung sampai Oktober atau November,” kata Muetazim, Minggu (9/8/2026).
Wilayah pesisir menjadi salah satu perhatian karena tekanan terhadap sumber air semakin besar seiring panjangnya periode tanpa hujan. Kecamatan Bontoa dan Lau termasuk kawasan yang membutuhkan penguatan pasokan.
Namun, menurut Muetazim, distribusi menggunakan mobil tangki hanya menjadi solusi sementara. Pemerintah kini mendorong peningkatan kapasitas sistem pengelolaan air minum agar pasokan dapat menjangkau wilayah pelayanan secara lebih luas.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung. Penambahan kapasitas diharapkan mampu meningkatkan debit air sekaligus memperluas distribusi hingga kawasan pesisir.
“Terutama bagi masyarakat yang ada di daerah pesisir, itu tetap kita berikan support air bersih. Tetapi bukan cuma support air bersih,” ujarnya.
Muetazim menegaskan, penguatan sistem air menjadi penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi darurat setiap kali musim kemarau panjang terjadi.
Pemkab Maros juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan utama. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air diminta segera melapor agar bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.
Pemerintah daerah memastikan penanganan kekeringan akan berjalan melalui dua jalur: distribusi air sebagai langkah cepat dan peningkatan kapasitas sistem penyediaan air sebagai solusi jangka panjang.
Bagi Pemkab Maros, kemarau bukan sekadar persoalan pasokan sementara, tetapi menjadi pengingat pentingnya membangun sistem air bersih yang lebih tangguh agar kebutuhan masyarakat tetap terlindungi ketika kondisi cuaca kembali ekstrem.
















