Stunting Maros Turun ke 12,5 Persen, Gerakan Orang Tua Asuh Diperkuat

Capaian tersebut menjadi modal Pemkab Maros untuk memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini diarahkan untuk memperluas keterlibatan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga individu dalam mendampingi keluarga yang memiliki risiko stunting.

Ikonkata — Angka stunting di Kabupaten Maros terus menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan hasil pengukuran 2025 yang dirilis pada 2026, prevalensi stunting Maros berada di angka 12,5 persen, menempatkan daerah ini sebagai salah satu kabupaten dengan capaian terendah di Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut menjadi modal Pemkab Maros untuk memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini diarahkan untuk memperluas keterlibatan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga individu dalam mendampingi keluarga yang memiliki risiko stunting.

banner 970x250

Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam menegaskan, penurunan stunting bukan hasil kerja satu organisasi, melainkan buah dari kolaborasi lintas sektor.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Strategi yang telah berhasil akan kembali kita terapkan dengan memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh agar semakin banyak pihak terlibat mendampingi anak-anak dan keluarga yang berisiko stunting,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Menurut Chaidir, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan kecukupan gizi, tetapi memastikan pendampingan dilakukan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Karena itu, intervensi akan diperkuat melalui data yang akurat, pendampingan rutin dan koordinasi lintas sektor.

Ia mengajak camat, kepala desa, lurah, puskesmas, perusahaan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat mengambil peran sebagai orang tua asuh.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang kita melahirkan generasi Maros yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

906 Tim Pendamping Disiapkan

Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Sitti Sulfiani, mengapresiasi pola kolaborasi yang dibangun Pemkab Maros melalui GENTING.

Ia menyebut Maros saat ini berada di peringkat keempat dengan angka stunting terendah di Sulawesi Selatan. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan melalui penguatan kemitraan dan pendampingan keluarga sasaran.

Sementara Kepala DP2KBP3A Maros Muh. Haris mengatakan pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menekan angka stunting.

Hasil sosialisasi akan diteruskan melalui sekitar 906 Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama penyuluh KB yang tersebar di 14 kecamatan. Mereka akan melakukan edukasi, pendampingan dan memastikan keluarga berisiko mendapatkan intervensi sesuai kebutuhan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada wilayah yang masih mencatat angka relatif tinggi, di antaranya Mandai dan Bantimurung. Pendampingan akan diperkuat untuk mengejar target penurunan stunting 2026.

Di tengah program tersebut, Bupati Maros juga mengajak masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyebut ikan bandeng berbahaya dikonsumsi. Pemkab memastikan bandeng asal Maros aman dan layak dikonsumsi sebagai salah satu sumber protein.

Bagi Pemkab Maros, GENTING tidak berhenti sebagai program pemerintah. Gerakan tersebut diarahkan menjadi gerakan sosial yang menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menjaga tumbuh kembang anak.

Dengan memperluas keterlibatan masyarakat dan memperkuat pendampingan keluarga, Maros menargetkan tren penurunan stunting terus berlanjut sekaligus menyiapkan generasi yang sehat, produktif dan berkualitas.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *