Chaidir Syam: Bangun Karakter Generasi, Tak Cukup Hanya dengan Infrastruktur

Chaidir mengapresiasi konsistensi LDII dalam melakukan pembinaan keagamaan sekaligus pembentukan karakter masyarakat. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan sosial.

Ikonkata — Pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Maros menilai penguatan karakter dan mental generasi muda menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik.

Pesan itu disampaikan Bupati Maros Chaidir Syam saat menghadiri Pengajian Akbar DPD LDII Kabupaten Maros di Masjid Miftahul Jannah, Minggu (2/8/2026).

Chaidir mengapresiasi konsistensi LDII dalam melakukan pembinaan keagamaan sekaligus pembentukan karakter masyarakat. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan sosial.

“Kalau membangun fisik relatif lebih mudah ketika ada anggaran. Tetapi membangun karakter manusia jauh lebih sulit. Karena itu, pembinaan seperti yang dilakukan LDII sangat penting,” kata Chaidir.

Ia juga menyoroti bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif hanya akan menjadi modal pembangunan apabila dibarengi pembinaan generasi yang kuat.

Chaidir turut mengapresiasi program 29 Karakter Luhur dan Tri Sukses Generasi Penerus yang diterapkan LDII. Ia berharap pembinaan tersebut terus diperluas dan memberi dampak langsung bagi masyarakat Maros.

“Siapa pun profesinya, baik petani, pedagang, pengusaha, maupun aparatur, semuanya dapat memberikan kontribusi terbaik bagi daerah. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan H. Asdar Mattiro menegaskan organisasi mendorong setiap warga untuk tidak berhenti pada pembinaan keagamaan, tetapi menerjemahkannya dalam bentuk karya dan kontribusi sosial.

Menurutnya, hal sederhana seperti menjaga lingkungan, menanam pohon, memilah sampah hingga membantu masyarakat merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan siapa saja.

Asdar mengatakan LDII juga berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah.

“Komitmen kami adalah selalu ingin bersanding, bukan bersaing. Kami ingin menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Maros Ibnu Rusyd mengatakan pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai anak usia dini, remaja, usia pranikah, dewasa hingga lanjut usia.

Pembinaan tersebut diarahkan untuk membentuk sumber daya manusia yang profesional sekaligus religius, dengan penguatan ilmu agama, adab, kemandirian dan akhlak.

“Kami berkomitmen terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maros melalui dakwah yang sejuk, moderat, dan menyejukkan sehingga kondusivitas di Butta Salewangang tetap terjaga,” ujar Ibnu.

Pengajian yang digelar rutin setiap bulan itu turut dihadiri unsur pemerintah daerah, camat, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga LDII.

Bagi Pemkab Maros, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan manusia. Sebab, pembangunan fisik dapat terlihat dalam waktu relatif singkat, sementara membentuk karakter membutuhkan proses panjang dan konsisten.

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan