Komdigi Siap Kembangkan Technopreneur di Makassar Creative Hub Nusantara

Direktorat Jenderal Ekosistem Digital menawarkan kolaborasi sekolah coding, startup, dan penguatan ekonomi kreatif untuk melahirkan talenta digital baru di Kota Makassar.

Ikonkata-Makassar Creative Hub (MCH) Nabuka Nusantara tak hanya diproyeksikan menjadi ruang berkumpul dan berekspresi bagi anak muda, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat penguatan ekonomi kreatif dan technopreneurship di Kota Makassar.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Rama Krisna Prasetya, saat menghadiri peluncuran MCH Nabuka Nusantara di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Minggu (26/7/2026).

banner 970x250

“Ini adalah ruang kreatif untuk anak muda di Kota Makassar. Kita dorong anak muda Makassar belajar, tumbuh, dan mengembangkan bakat,” ujar Rama.

Menurutnya, pengembangan Makassar Creative Hub memiliki keterkaitan erat dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi. Karena itu, Komdigi membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar, komunitas, dan pengelola MCH untuk mendorong lahirnya lebih banyak technopreneur, yakni wirausahawan yang mengembangkan bisnis melalui pemanfaatan teknologi.

“Kalau diperkenankan, kami dari komunitas siap untuk berkolaborasi di MCH, tentu dari sisi technopreneur-nya,” katanya.

Rama menilai kehadiran ruang kreatif seperti MCH sangat penting karena generasi muda saat ini tidak hanya membutuhkan tempat berkegiatan, tetapi juga ekosistem yang mampu mendukung pengembangan kapasitas, jejaring, hingga peluang usaha.

Ia menyebut kebutuhan tersebut mencakup mentor, fasilitator, ruang berekspresi, akses terhadap komunitas, hingga pendampingan untuk mengembangkan ide menjadi produk atau usaha yang memiliki nilai ekonomi.

“Kebutuhan anak-anak muda ini yang pertama dari segi mentor, fasilitator, ruang, ekspresi, rekomendasi, segala macam,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Komdigi menawarkan sejumlah program pengembangan kapasitas digital, di antaranya sekolah coding, pelatihan startup, dan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan keterampilan teknologi.

“Kalau mungkin kita bisa bikin semacam sekolah coding, sekolah startup, kita siap untuk mendukung teman-teman MCH di Makassar dari sisi technopreneur-nya,” jelas Rama.

Menurutnya, kreativitas saja tidak cukup. Anak muda juga memerlukan pendampingan agar mampu mengubah ide menjadi produk, layanan, maupun usaha yang berkelanjutan dan memiliki daya saing.

Rama mengingatkan agar keberadaan Makassar Creative Hub tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Fasilitas yang telah disiapkan pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal oleh komunitas dan generasi muda melalui berbagai kegiatan positif yang mendorong inovasi dan kolaborasi.

Ia pun mengapresiasi langkah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang dinilai telah memberikan ruang bagi anak muda untuk berekspresi dan mengembangkan potensinya.

“Harus banyak terima kasih Pak Wali sudah memberikan ruang yang menurut saya ini keren banget untuk teman-teman di sini,” ucapnya.

Rama optimistis dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap Makassar Creative Hub akan terus berlanjut selama aktivitas yang dilakukan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta talenta digital di Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *