Kalla Translog Tanam 31 Ribu Mangrove di Pangkep, Perkuat Konservasi Pesisir

Program Aksi Mangrove Lestari menjadi bagian dari komitmen ESG perusahaan dalam merehabilitasi ekosistem pesisir dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Ikonkata-Kalla Translog kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Aksi Mangrove Lestari di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Pesisir Tekkolabbua, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (25/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 31.000 bibit mangrove ditanam di kawasan konservasi seluas 3,1 hektare sebagai upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pantai terhadap abrasi.

Program ini merupakan implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) Kalla Translog yang sejalan dengan semangat Kalla for Life.

Penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan fungsi hutan mangrove sebagai penyerap karbon alami, serta mempertahankan habitat berbagai biota pesisir.

Kegiatan ini dihadiri CEO Kalla Translog Andi Muhammad Gunawan, COO Kalla Lines Muhammad Naim, Asisten I Pemerintah Kabupaten Pangkep Muh. Thamrin, relawan internal KALLA, serta Kelompok Tani Mangrove yang selama ini mengelola kawasan konservasi tersebut.

CEO Kalla Translog, Andi Muhammad Gunawan, mengatakan program Aksi Mangrove Lestari telah dijalankan secara konsisten sejak 2022 sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.

“Program ini telah kami jalankan secara konsisten sejak tahun 2022. Kami berharap upaya yang dilakukan hari ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi warisan yang dapat dinikmati oleh anak cucu kita mendatang. Ini adalah bentuk rasa syukur dan tanggung jawab kami untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Pemerintah Kabupaten Pangkep, Muh. Thamrin, mengapresiasi kontribusi Kalla Translog dalam mendukung pelestarian kawasan pesisir. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga pemeliharaan yang berkelanjutan.

“Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen Kalla Translog dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program penanaman mangrove ini. Yang terpenting, upaya pelestarian ini tidak berhenti pada proses penanaman saja, tetapi juga harus diikuti dengan pemeliharaan secara berkelanjutan,” katanya.

Perwakilan Kelompok Tani Mangrove, Hamzah, menyebut keterlibatan Kalla Translog telah memberikan dampak nyata terhadap rehabilitasi kawasan pesisir selama empat tahun terakhir.

Ia mengungkapkan, hingga kini KALLA telah memfasilitasi pembibitan sekitar 100.000 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Melalui Aksi Mangrove Lestari, Kalla Translog menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

banner 336x280