Ikonkata-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk API BAHARI (Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir). Program ini dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan kepulauan dalam menghadapi kebakaran, penyelamatan (rescue), hingga berbagai kondisi kedaruratan.
Kepala Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan API BAHARI menjadi solusi atas tantangan geografis Makassar yang memiliki wilayah kepulauan, khususnya Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, di mana waktu respons petugas kerap dipengaruhi jarak tempuh dan kondisi cuaca.
“API BAHARI atau Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir mengusung semangat Pesisir Tanggap, Komunitas Kuat, Makassar Aman,” ujar Fadli, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, melalui inovasi tersebut masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan, tetapi menjadi bagian penting dari sistem penanggulangan keadaan darurat.
“Melalui inovasi ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat,” katanya.
Sebagai implementasi program, Damkarmat akan membentuk Relawan API BAHARI yang berasal dari masyarakat pesisir dan kepulauan. Para relawan akan mendapatkan pelatihan bertahap mengenai pencegahan kebakaran, teknik penyelamatan (rescue), Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, hingga mekanisme pelaporan kejadian secara cepat dan terkoordinasi.
Fadli menjelaskan, keberadaan relawan diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan respons awal terhadap berbagai insiden sebelum tim pemadam tiba di lokasi, sehingga potensi korban jiwa maupun kerugian material dapat ditekan.
“Program ini mengedepankan kolaborasi. Pemerintah memberikan penguatan kapasitas, sementara masyarakat menjadi mitra aktif dalam menjaga keselamatan lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan API BAHARI akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Damkarmat akan membentuk Tim Efektif API BAHARI, memetakan para pemangku kepentingan, membentuk relawan di wilayah percontohan, serta melaksanakan sosialisasi dan pelatihan dasar kepada masyarakat pesisir.
Tahap tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kondisi darurat.
Selanjutnya, pada tahap menengah, program akan difokuskan pada peningkatan kapasitas relawan melalui pelatihan lanjutan dan simulasi berkala. Damkarmat juga akan memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga unsur masyarakat untuk membangun sistem pelaporan kejadian darurat yang lebih cepat dan efektif.
Sementara pada tahap jangka panjang, Damkarmat menargetkan pembangunan Posko Pemadam Pesisir sebagai pusat layanan kedaruratan di wilayah kepulauan. Posko tersebut direncanakan dilengkapi fire boat dan fire pump guna mempercepat operasi pemadaman kebakaran maupun penyelamatan di kawasan pesisir.
“Keberadaan Posko Pemadam Pesisir akan mempercepat waktu respons, memperluas jangkauan layanan Damkarmat, serta meningkatkan perlindungan keselamatan masyarakat,” jelas Fadli.
Ia menegaskan, API BAHARI tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga membangun budaya sadar keselamatan melalui edukasi, pelatihan, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Fadli berharap program tersebut mampu melahirkan masyarakat pesisir yang tanggap, mandiri, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat. Bahkan, API BAHARI diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang bisa diterapkan di daerah lain dengan karakteristik geografis serupa.








