Siswa SD Asal Boyolali Raih Penghargaan NASA Usai Temukan Celah Keamanan Siber

Berawal dari hobi bermain gim, Ibrahim Al Abrar belajar coding secara otodidak hingga berhasil melaporkan kerentanan pada domain publik NASA dan menerima Letter of Recognition dari badan antariksa Amerika Serikat.

Ikonkata-Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Ibrahim Al Abrar, siswa kelas VI SD asal Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menerima Letter of Recognition (LOR) dari NASA setelah berhasil menemukan celah keamanan digital pada salah satu domain publik milik badan antariksa Amerika Serikat tersebut.

Penghargaan itu diberikan setelah laporan Ibrahim dinyatakan valid melalui Vulnerability Disclosure Policy (VDP), program resmi NASA yang menerima laporan kerentanan keamanan dari publik.

banner 970x250

Di usianya yang baru 11 tahun, Ibrahim menemukan kerentanan berupa broken link hijacking, yakni celah yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mengarahkan pengguna ke situs palsu atau melakukan aksi phishing.

Temuan itu diperoleh pada April 2026 melalui teknik pencarian Google dorking. Setelah melalui proses verifikasi selama hampir dua bulan, NASA mengirimkan surat apresiasi dan sertifikat penghargaan kepada Ibrahim pada 9 Juli 2026.

Ketertarikan Ibrahim pada dunia teknologi berawal dari kegemarannya bermain gim. Rasa ingin tahu kemudian membawanya mempelajari pembuatan program komputer, sebelum akhirnya mendalami keamanan siber secara mandiri melalui YouTube, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai referensi di internet.

Perjalanan belajarnya juga mendapat dukungan dari sang ayah, Aminudin Salas, seorang guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), yang mendorong putranya mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi.

Keberhasilan Ibrahim mendapat perhatian luas di media sosial dan menjadi contoh bahwa talenta digital Indonesia dapat berkembang sejak usia dini apabila didukung akses belajar dan pemanfaatan teknologi yang positif.

Ibrahim mengaku ingin terus mengasah kemampuannya dan bercita-cita menjadi profesional di bidang cybersecurity, sementara keluarganya berharap pencapaian tersebut dapat menginspirasi lebih banyak anak Indonesia untuk berani belajar, berinovasi, dan berprestasi di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *