ikonkata — Dua puluh anak asal Kabupaten Maros resmi dipersiapkan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka terdiri dari 12 siswa jenjang SMP dan 8 siswa SMA.
Pelepasan siswa dilakukan Bupati Maros AS Chaidir Syam. Program ini menjadi salah satu ruang pendidikan yang diharapkan mampu membuka akses dan peluang lebih luas bagi anak-anak Maros untuk berkembang.
Kepala Dinas Sosial Maros Andi Zulkifli Riswan Akbar mengatakan, jumlah tersebut sesuai kuota yang diberikan kepada Kabupaten Maros untuk tahun ajaran 2026.
Menurutnya, proses perekrutan dilakukan secara terbuka melalui penjangkauan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di sejumlah kecamatan. Tahapan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan hingga pengumuman hasil seleksi.
Sebanyak 20 siswa yang lolos berasal dari Bontoa 9 orang, Simbang 2, Cenrana 1, Marusu 2, Bantimurung 2, Mandai 3, dan Moncongloe 1 orang.
Pemkab Maros juga telah menyiapkan pembekalan, kelengkapan administrasi, transportasi hingga pendampingan melalui SDM PKH agar para siswa siap mengikuti proses pendidikan.
Chaidir Syam berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menghasilkan siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu berdiri sendiri.
“Kita harap anak-anak kita bisa keluar dengan hasil yang berkualitas, baik dari segi kecerdasan maupun kemandirian,” kata Chaidir.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut yang dinilainya membuka kesempatan pendidikan bagi lebih banyak anak.
Bagi Pemkab Maros, keberangkatan 20 siswa ini bukan sekadar perpindahan tempat belajar, tetapi awal dari harapan agar pendidikan mampu menjadi bekal bagi anak-anak sekaligus keluarganya di masa mendatang.










