Ikonkata – Musim kemarau yang mulai dirasakan di Sulawesi Selatan membawa dampak terhadap layanan air bersih di Kota Makassar. Menurunnya debit air baku yang menjadi sumber produksi Perumda Air Minum Kota Makassar menyebabkan kapasitas pengolahan air ikut berkurang dan berdampak pada ribuan pelanggan di sejumlah wilayah.
Penurunan pasokan air baku terjadi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 dan IPA 3 yang selama ini menjadi penopang utama distribusi air bersih bagi masyarakat Kota Makassar.
Pengamat lingkungan dari Universitas Hasanuddin, Dr. Muhammad Al Amin, menilai kondisi tersebut menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah dan pengelola air minum untuk memperkuat strategi ketahanan air menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
“Fenomena seperti ini diperkirakan akan semakin sering terjadi. Ketergantungan pada sumber air permukaan membuat layanan air bersih rentan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Kamis 25 Juni 2026.
Menurutnya, upaya diversifikasi sumber air baku serta konservasi daerah tangkapan air harus menjadi prioritas agar gangguan serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Sementara itu, Perumda Air Minum Kota Makassar melalui pengumuman resminya menyampaikan bahwa penurunan suplai air baku menyebabkan kapasitas produksi air bersih menurun sehingga distribusi ke sejumlah wilayah pelayanan mengalami gangguan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, Tallo dan sebagian Panakkukang. Selain itu, sejumlah kawasan padat penduduk seperti Kerung-Kerung, Maccini Gusung, Maccini Raya, Balana, Jalan Daeng Matutu, Jalan Muhammad Yamin dan sekitarnya juga mengalami penurunan tekanan air.
Gangguan serupa terjadi di kawasan Manggala dan Nipa-Nipa yang mencakup Kampung Nipa-Nipa, Kompleks Delamas, Aspol, Griya Astra, Kompleks Manggala Permai, Kompleks Pemda, Baruga 2 hingga Jalan Nipa-Nipa Raya.
Ketua Forum Pelanggan Air Minum Kota Makassar, Andi Syamsul Bahri, berharap perusahaan daerah segera menyiapkan langkah mitigasi bagi kawasan yang mengalami gangguan paling parah.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya informasi gangguan, tetapi juga kepastian langkah penanganan, termasuk penyediaan armada tangki air untuk wilayah yang mengalami penurunan suplai cukup lama,” katanya.
Hingga kini Perumda Air Minum Kota Makassar belum memastikan kapan kondisi distribusi akan kembali normal. Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok rumah tangga selama masa gangguan berlangsung.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persoalan ketersediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan layanan perusahaan daerah, tetapi juga erat hubungannya dengan keberlanjutan sumber daya air di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

















