Ikonkata-Malam bersejarah kembali menjadi milik Lionel Messi. Kapten Argentina tersebut bangkit usai gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan untuk mencetak dua gol dan membawa juara bertahan mengalahkan Austria 2-0 dalam lanjutan Grup J Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas Stadium, Arlington, Texas.
Bukan hanya menang, laga ini menjadi momen karena Messi resmi mengukir namanya di puncak sejarah sepak bola dunia. Bersumber dari laporan dan data resmi FIFA.com, dua gol yang dicetak ke gawang Austria membuat koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia mencapai 18 gol, melampaui rekor 16 gol milik legenda Jerman, Miroslav Klose.
Pencapaian tersebut datang hanya beberapa hari setelah Messi mencetak hat-trick saat menghadapi Aljazair. Dalam waktu singkat, megabintang Argentina itu tidak hanya menyamai rekor Klose, tetapi langsung meninggalkannya di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Namun, jalan menuju rekor itu tidak berlangsung mudah.
Argentina sempat mendapatkan peluang emas untuk unggul lebih awal melalui titik penalti. Messi maju sebagai eksekutor, tetapi gagal mengonversi kesempatan tersebut. Austria yang tampil penuh semangat di bawah arahan Ralf Rangnick memanfaatkan momentum itu untuk memberikan perlawanan sengit.
Bek veteran David Alaba beberapa kali melakukan blok krusial yang menggagalkan peluang Albiceleste. Sementara Marcel Sabitzer, yang menjalani penampilan ke-100 bersama tim nasional Austria, nyaris menciptakan kejutan melalui tendangan bebas berbahaya yang memaksa Argentina tetap waspada.
Ketika pertandingan mulai berjalan semakin ketat, kualitas seorang legenda kembali berbicara.
Pada menit ke-38, Thiago Almada melakukan gerakan cerdas yang membuka ruang bagi Facundo Medina untuk mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Messi menyambut bola tersebut dengan penyelesaian akurat ke sudut bawah gawang untuk membuka keunggulan Argentina.
Gol itu sekaligus menjadi gol ke-17 Messi di Piala Dunia, membuatnya berdiri sendiri di puncak daftar pencetak gol sepanjang masa turnamen terbesar sepak bola dunia.
Austria berusaha bangkit pada babak kedua, tetapi pertahanan Argentina tampil disiplin. Nico Gonzalez bahkan nyaris menambah keunggulan sebelum akhirnya Messi kembali muncul sebagai pembeda pada masa tambahan waktu.
Pada menit 90+5, peraih Ballon d’Or delapan kali itu mencetak gol keduanya dalam pertandingan sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi Albiceleste.
Menurut FIFA.com, kemenangan tersebut tidak hanya mengantar Argentina lolos ke Babak 32 Besar sebagai salah satu tim terkuat di Grup J, tetapi juga mempertegas status Messi sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah olahraga ini.
Rekor-rekor yang telah dibangun Messi di Piala Dunia kini semakin sulit dijangkau. Ia merupakan satu-satunya pemain yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia, pemegang rekor penampilan terbanyak, kapten dengan laga terbanyak, pemain dengan menit bermain terbanyak, serta satu-satunya pemain yang mencetak gol di Piala Dunia pada usia belasan tahun, usia 20-an, usia 30-an, dan kini usia 38 tahun.
Menariknya, malam bersejarah di Arlington itu terjadi tepat pada peringatan 40 tahun gol legendaris Diego Maradona ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986. Sebuah kebetulan yang semakin memperkaya kisah Argentina di panggung sepak bola dunia.
Di usia 38 tahun, ketika banyak pemain telah lama meninggalkan panggung internasional, Lionel Messi justru terus menulis sejarah baru. Dan kini, dengan 18 gol di Piala Dunia, La Pulga berdiri sendirian di puncak sebagai raja gol sepanjang masa turnamen terbesar di muka bumi.
Argentina 2-0 Austria
Pencetak Gol:
Lionel Messi (38’, 90+5’)
Stadion:
Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat
Sumber: FIFA.com
















