Iwan Aras Nahkodai Organisasi yang Fokus Perjuangkan Kesejahteraan 500 Ribu Nelayan

Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HNSI Sulsel 2026-2031, Andi Iwan Darmawan Aras menargetkan perlindungan hukum, akses bantuan, hingga perluasan pasar ekspor bagi nelayan dan pembudidaya perikanan.

Ikonkata– Anggota DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan periode 2026-2031.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) HNSI Sulsel yang berlangsung di Hotel Claro Makassar pada 20-21 Juni 2026. Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan sepakat memberikan mandat kepada Iwan Aras untuk memimpin organisasi nelayan terbesar di daerah itu selama lima tahun ke depan.

banner 970x250

Mengusung tema “HNSI Sulsel Solid Bergerak dan Berdampak”, Musda berlangsung singkat dan penuh kebersamaan. Bahkan proses pemilihan ketua hanya berlangsung sekitar 10 menit karena seluruh peserta sepakat mendukung Iwan Aras secara aklamasi.

Usai terpilih, Iwan Aras menegaskan bahwa kepengurusannya akan difokuskan pada peningkatan kesejahteraan nelayan, perlindungan hukum, serta penguatan akses ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami mengucapkan syukur atas terlaksananya Musda ini. Terima kasih kepada seluruh DPC yang telah memberikan mandat. Mari berkolaborasi bagaimana mensejahterakan nelayan, khususnya di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Mengurus 500 Ribu Pelaku Kelautan dan Perikanan

Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu provinsi maritim terbesar di Indonesia. Dengan garis pantai sepanjang 1.937 kilometer dan hanya empat dari 24 kabupaten/kota yang tidak memiliki wilayah pesisir, sektor kelautan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.  

Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel mencatat terdapat sekitar 504.824 tenaga kerja sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 223.097 orang berprofesi sebagai nelayan, sementara 281.727 orang merupakan pembudidaya perikanan.  

Namun di balik besarnya potensi tersebut, persoalan kesejahteraan masih menjadi tantangan. HNSI Sulsel mencatat sekitar 28 ribu nelayan masih berada dalam kategori miskin hingga miskin ekstrem.

Karena itu, Iwan Aras menilai kehadiran HNSI harus mampu menjadi jembatan antara nelayan dan pemerintah agar berbagai program bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Kita ingin membantu mereka mendapatkan akses bantuan yang lebih mudah, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam menjalankan aktivitas melaut,” katanya.

Perlindungan Hukum hingga Akses Ekspor

Selain persoalan ekonomi, Iwan Aras menyoroti masih banyak nelayan yang berhadapan dengan masalah hukum akibat kurang memahami regulasi perikanan, termasuk penggunaan alat tangkap.

Karena itu, HNSI Sulsel akan memperkuat program edukasi dan pendampingan hukum bagi nelayan di berbagai daerah pesisir.

Di sektor ekonomi, organisasi ini juga akan mendorong peningkatan akses pasar dan ekspor hasil perikanan agar nilai jual produk nelayan semakin meningkat.

“Kami ingin hasil tangkapan nelayan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Karena itu kami mendorong penguatan akses ekspor dan dukungan alat tangkap yang lebih baik agar produktivitas nelayan meningkat,” ujar Iwan Aras.

Sejalan dengan Program Pemerintah Pusat

Agenda yang diusung HNSI Sulsel dinilai selaras dengan sejumlah program prioritas pemerintah pusat di sektor kelautan dan perikanan, seperti modernisasi armada tangkap, penguatan koperasi nelayan, perluasan program perlindungan nelayan, peningkatan akses permodalan usaha perikanan, pembangunan kampung nelayan modern, hingga hilirisasi dan ekspor produk perikanan.

Program-program tersebut dinilai sangat relevan bagi Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu sentra produksi perikanan nasional dengan ratusan ribu nelayan dan pembudidaya yang bergantung pada sektor kelautan.  

Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel, Ishak Iskandar, menyebut nelayan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, kekayaan sumber daya laut yang dimiliki Sulawesi Selatan harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Nelayan adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan. Kekayaan laut yang melimpah harus berbanding lurus dengan kesejahteraan nelayan. Karena itu peningkatan taraf hidup nelayan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP HNSI, Lydia Assegaf, berharap kepemimpinan baru HNSI Sulsel mampu menghadirkan program-program nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan nelayan.

Dengan dukungan seluruh DPC dan besarnya potensi maritim Sulawesi Selatan, kepemimpinan Iwan Aras kini diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya, petambak, dan pelaku usaha perikanan di provinsi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *