Viral Tumpukan Sampah di Kanal Bara-Baraya, Pemkot Makassar Turun Tangan

Atas arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, tim gabungan dari Kecamatan Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan satuan tugas drainase Dinas Pekerjaan Umum dikerahkan untuk membersihkan kanal yang berada di perbatasan Kecamatan Makassar dan Panakkukang.

Ikonkata-Tumpukan sampah yang memenuhi kanal di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Bara-Baraya Timur, Kecamatan Makassar, mendadak menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Aliran air yang nyaris tertutup sampah memunculkan kekhawatiran warga sekaligus memantik respons cepat pemerintah.

Tak lama setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Pemerintah Kecamatan Makassar langsung menerjunkan petugas ke lokasi. Atas arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, tim gabungan dari Kecamatan Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan satuan tugas drainase Dinas Pekerjaan Umum dikerahkan untuk membersihkan kanal yang berada di perbatasan Kecamatan Makassar dan Panakkukang.

banner 970x250

“Begitu kami mengetahui kondisi ini viral di media sosial, kami langsung mengarahkan satgas kecamatan untuk turun melakukan penanganan,” kata Camat Makassar, Tri Sugiarto, Rabu (3/6/2026).

Pemandangan di lokasi memang cukup memprihatinkan. Sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga berbagai material lainnya terlihat mengapung dan menyumbat aliran kanal. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan maupun banjir saat musim hujan.

Namun bagi pemerintah setempat, fenomena itu bukan persoalan yang muncul dalam semalam.

Tri mengungkapkan, petugas kebersihan bersama pemerintah kelurahan selama ini rutin melakukan pembersihan setiap hari. Hanya saja, volume sampah yang terus datang melalui aliran kanal membuat penumpukan kembali terjadi dalam waktu singkat.

“Kondisi kanal ini memang setiap hari kami bersihkan. Tetapi sampah terus berdatangan sehingga ketika volumenya besar, terjadi penumpukan seperti yang terlihat dalam video,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar sampah yang ditemukan bukan berasal dari lingkungan sekitar lokasi, melainkan sampah kiriman yang terbawa arus dari wilayah lain.

Letak kanal yang berada di perbatasan Kelurahan Bara-Baraya Timur dengan wilayah Karuwisi dan Tamamaung membuat kawasan tersebut menjadi titik kumpul berbagai jenis sampah yang hanyut mengikuti aliran air.

Fenomena sampah kiriman ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Sebab, meski pembersihan dilakukan setiap hari, persoalan akan terus berulang jika kebiasaan membuang sampah ke saluran air masih terjadi.

Karena itu, selain melakukan penanganan di lapangan, Pemerintah Kecamatan Makassar juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kanal yang bersih bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga berkaitan langsung dengan upaya mencegah banjir dan menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

“Kalau kita bisa menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, tentu tidak akan terjadi penumpukan sampah seperti ini. Karena itu kami mengajak masyarakat membuang sampah pada tempatnya,” kata Tri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *