Apel Terakhir Bagi Seorang ASN DPRD Makassar

Menurutnya, tantangan birokrasi yang semakin dinamis menuntut setiap aparatur untuk terus meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, serta membangun komunikasi yang efektif di lingkungan kerja.

Ikonkata-Apel pagi di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Makassar, Kamis (4/6/2026), tidak sekadar menjadi agenda rutin kedinasan. Di balik barisan pegawai yang berdiri rapi di lapangan kantor sementara DPRD, terjadi  momen yang menghadirkan suasana berbeda: perpisahan dengan salah satu aparatur yang telah menuntaskan pengabdiannya.

Kegiatan yang dipimpin Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, diikuti seluruh jajaran Sekretariat DPRD, mulai dari pejabat struktural hingga staf. Apel menjadi momentum memperkuat koordinasi internal sekaligus menegaskan pentingnya disiplin, profesionalisme, dan semangat pelayanan dalam mendukung kerja-kerja kelembagaan DPRD.

banner 970x250

Dalam arahannya, Andi Rahmat mengingatkan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh komitmen dan kerja sama seluruh unsur organisasi.

Menurutnya, tantangan birokrasi yang semakin dinamis menuntut setiap aparatur untuk terus meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, serta membangun komunikasi yang efektif di lingkungan kerja.

Namun suasana apel berubah menjadi lebih hangat ketika memasuki agenda berikutnya.

Sekretariat DPRD Kota Makassar menggelar prosesi pelepasan purna bakti bagi Ir. H. Andi Ono Indra Chandra, M.Si, yang telah mengakhiri masa tugasnya sebagai aparatur sipil negara setelah bertahun-tahun mengabdi di lingkungan DPRD Kota Makassar.

Momen tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq, bersama jajaran pejabat dan pegawai. Berbagai ungkapan penghormatan dan apresiasi disampaikan kepada Andi Ono atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari Sekretariat DPRD.

Di tengah suasana yang penuh keakraban, pelepasan itu menjadi pengingat bahwa sebuah institusi tidak hanya dibangun oleh regulasi dan sistem kerja, tetapi juga oleh orang-orang yang mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya selama bertahun-tahun.

Bagi rekan-rekan kerja, Andi Ono bukan sekadar pegawai yang memasuki masa pensiun. Ia adalah bagian dari perjalanan panjang lembaga yang turut menyaksikan berbagai dinamika dan perkembangan DPRD Kota Makassar.

Prosesi purna bakti tersebut sekaligus menjadi refleksi tentang arti pengabdian dalam birokrasi. Bahwa setiap masa kerja akan berakhir, tetapi dedikasi dan teladan yang ditinggalkan akan tetap menjadi bagian dari sejarah institusi.

Melalui apel pagi yang dirangkaikan dengan pelepasan purna bakti itu, Sekretariat DPRD Kota Makassar tidak hanya memperkuat semangat kerja bersama, tetapi juga menunjukkan pentingnya memberikan penghormatan kepada mereka yang telah menuntaskan tugas pengabdiannya dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama