Dari Laboratorium hingga Pelayanan Publik, BPOM Meneguhkan Semangat Pancasila

Di balik setiap produk yang diuji, izin yang diterbitkan, dan pengawasan yang dilakukan, terdapat misi besar

Ikonkata-Ketika sebagian masyarakat menikmati rangkaian libur panjang akhir pekan, suasana berbeda terlihat di halaman kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (1/6/2026).

Sejak pagi, para pimpinan dan pegawai BPOM berkumpul mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila. Di bawah langit Jakarta, upacara berlangsung khidmat sebagai pengingat bahwa fondasi sebuah bangsa tidak hanya dibangun oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh komitmen sehari-hari para pelayan publik.

banner 970x250

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi refleksi atas relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah dunia yang terus berubah dan semakin kompleks.

Sekretaris Utama BPOM, Jayadi, yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peristiwa historis, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, dan mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu memiliki makna khusus bagi BPOM.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengawasi obat dan makanan di Indonesia, tugas BPOM tidak hanya berkaitan dengan regulasi dan pengawasan. Di balik setiap produk yang diuji, izin yang diterbitkan, dan pengawasan yang dilakukan, terdapat misi besar untuk melindungi hak masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan terpercaya.

Pada saat yang sama, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengikuti Upacara Kenegaraan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan jajaran pimpinan lembaga negara lainnya.

Kehadiran tersebut menjadi simbol bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan atau organisasi tertentu, tetapi juga seluruh institusi negara yang melayani masyarakat.

Di lingkungan BPOM sendiri, nilai-nilai Pancasila diterjemahkan ke dalam budaya kerja yang menekankan integritas, profesionalisme, kolaborasi, dan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Prinsip tersebut sejalan dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK yang menjadi fondasi birokrasi modern Indonesia.

Bagi insan BPOM, mengamalkan Pancasila bukan hanya soal mengingat sejarah setiap tanggal 1 Juni. Nilai itu hadir dalam setiap pengujian laboratorium, setiap pengawasan di lapangan, dan setiap keputusan yang diambil untuk melindungi kesehatan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *