ikonkata-Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi memanggil 23 pemain untuk menghadapi Oman dan Mozambik pada 5 dan 9 Juni mendatang. Di tengah nama-nama langganan tim nasional, muncul sosok muda yang menarik perhatian publik, yakni Matthew Baker.
Pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-20 itu mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer tim senior untuk pertama kalinya dalam agenda resmi FIFA Matchday.
Pemanggilan Baker bukan sekadar pelengkap skuad. Herdman mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat perkembangan pemain muda yang dinilai memiliki potensi besar.
Menurut pelatih asal Kanada tersebut, pemain muda berbakat perlu mendapatkan pengalaman internasional lebih awal agar memiliki peluang lebih besar menembus level kompetisi yang lebih tinggi.
“Ketika seorang pemain memiliki potensi, penting untuk mempercepat proses perkembangannya. Kesempatan bermain di level internasional bisa membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk berkembang,” ujar Herdman.
Selain Matthew Baker, Herdman juga memanggil Luke Keet dan Mitchell Baker ke pemusatan latihan di Jakarta. Kedua pemain tersebut masih berada dalam proyeksi jangka panjang Timnas Indonesia dan disebut menjadi bagian dari pemantauan serius tim pelatih.
Bagi Matthew Baker, panggilan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya. Dalam beberapa tahun terakhir, pemain muda berdarah Indonesia itu menjadi salah satu nama yang cukup konsisten mendapatkan perhatian di kelompok usia muda.
Kini, tantangan yang lebih besar menanti.
Meski belum ada jaminan akan tampil saat menghadapi Oman maupun Mozambik, kesempatan berlatih bersama para pemain senior menjadi pengalaman berharga yang dapat mempercepat proses adaptasi di level tertinggi sepak bola nasional.
Keputusan Herdman juga memperlihatkan arah baru pembangunan Timnas Indonesia. Jika sebelumnya pemain muda harus menunggu bertahun-tahun untuk menembus tim senior, kini jalur promosi tampak lebih terbuka bagi mereka yang dianggap siap secara teknis maupun mental.
Pendekatan tersebut lazim dilakukan negara-negara dengan program pengembangan pemain yang kuat. Memberikan eksposur lebih dini dipercaya mampu mempercepat kematangan pemain sekaligus meningkatkan nilai kompetitif mereka di pasar sepak bola internasional.









