Ikonkata-Di sebuah kedai kopi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, suasana Sabtu siang terasa berbeda. Bukan sekadar tempat berkumpul, ruang itu menjadi titik temu antara aparat kepolisian, pengemudi ojek online, komunitas difabel, dan masyarakat yang selama ini menjadi wajah nyata kehidupan di jalan raya.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, hadir langsung dalam program Polantas Menyapa, sebuah gerakan yang ingin mengubah wajah pelayanan lalu lintas menjadi lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih mendengar.
Bagi Korlantas Polri, keselamatan tidak hanya berbicara soal rambu dan aturan. Keselamatan juga tentang kehadiran negara di tengah mereka yang setiap hari menggantungkan hidup di jalanan, mulai dari pengemudi ojek online hingga penyandang disabilitas yang membutuhkan akses mobilitas yang aman.
“Polantas harus hadir dan melayani masyarakat dengan ikhlas,” pesan Agus di hadapan peserta kegiatan.
Program ini merupakan bagian dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar anggota Polri semakin membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang nyata dan menyentuh kebutuhan sehari-hari.
Dalam kunjungannya, Agus memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Tengah dan Polres Jepara yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi pelayanan publik, termasuk dukungan terhadap komunitas difabel.
Di Jepara, perhatian kepada penyandang disabilitas tidak berhenti pada seremoni. Korlantas melihat langsung berbagai fasilitas yang telah disiapkan, termasuk kendaraan modifikasi yang dirancang khusus untuk membantu mobilitas komunitas difabel dengan lebih aman dan nyaman.
Momen itu menjadi simbol bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali.
Tak hanya berdialog dengan masyarakat, Kakorlantas juga meninjau dapur umum yang dikelola Polres Jepara. Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa fungsi kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam aspek sosial dan kemanusiaan.
Para pengemudi ojek online yang hadir memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari keselamatan berkendara hingga perlindungan bagi pekerja sektor informal yang setiap hari menghadapi risiko di jalan raya.
Agus menegaskan bahwa perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk pengemudi ojol dan komunitas difabel, harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, negara wajib memastikan setiap warga negara memperoleh perlindungan, terutama dalam aspek keselamatan dan akses terhadap layanan publik.
Melalui program Polantas Menyapa, Polri berharap hubungan antara aparat dan masyarakat tidak lagi dibatasi oleh sekat formalitas. Sebaliknya, keduanya dapat bertemu dalam ruang dialog yang lebih terbuka untuk membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeadilan.














