Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Pastikan Fase Armuzna Jemaah Indonesia Berjalan Lancar

Ribuan Jemaah Bergerak dari Arafah ke Mina dengan Pengamanan Ketat di Tengah Suhu Ekstrem Arab Saudi

Ikonkata-Pemerintah Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna — Arafah, Muzdalifah, dan Mina — berlangsung aman, tertib, dan terkendali di tengah padatnya jutaan jemaah dunia yang berkumpul di Tanah Suci.

Melalui keterangan resminya, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyebut seluruh jemaah Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian mabit serta lontar jumrah.

banner 970x250

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan fase kritis pergerakan jemaah berjalan sesuai skenario operasional yang telah disusun bersama otoritas Arab Saudi.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi. Sementara proses perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu setempat dengan area Muzdalifah telah dinyatakan steril.

Di tengah suhu gurun yang mencapai 41 derajat Celsius dan tingginya mobilitas jutaan manusia dari berbagai negara, pemerintah menilai keberhasilan Armuzna tahun ini tidak lepas dari koordinasi lintas lembaga serta disiplin jemaah dalam mengikuti arahan petugas.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” kata Maria.

Saat ini, fokus pelayanan dialihkan ke Mina, kawasan yang menjadi pusat pelaksanaan lontar jumrah dan mabit selama hari-hari tasyrik.

Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari tenda jemaah hingga pos layanan di jalur menuju Jamarat. Pemerintah Indonesia juga menempatkan petugas khusus di kawasan Masjidil Haram untuk membantu mobilitas jemaah.

Petugas tersebut dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab mengawasi 11 hingga 13 kawasan tenda jemaah Indonesia.

“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.

Pemerintah juga mengeluarkan imbauan khusus terkait keselamatan jemaah saat lontar jumrah, terutama pada jam-jam rawan panas ekstrem.

“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan,” katanya.

Jemaah diminta tetap berada di dalam tenda pada siang hari serta memanfaatkan jalur dua atau jalur atas yang telah ditetapkan sebagai jalur resmi jemaah Indonesia menuju Jamarat guna mengurangi risiko penumpukan massa.

Selain pengaturan mobilitas, pemerintah juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi kesehatan jemaah, khususnya kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi.

Maria meminta keluarga kloter dan sesama jemaah saling memberikan pendampingan selama berada di Mina, termasuk memastikan kebutuhan cairan tubuh dan istirahat tetap terpenuhi di tengah suhu panas gurun Arab Saudi.

Momentum Idul Adha 1447 Hijriah juga dimanfaatkan pemerintah untuk menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh jemaah Indonesia yang sedang menjalani puncak ibadah haji.

“Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *