Ikonkata-Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan umat Islam. Di balik gema takbir dan prosesi penyembelihan hewan kurban, tersimpan pesan besar tentang pengorbanan, keikhlasan, dan pentingnya menjaga persatuan umat manusia.
Pesan itu disampaikan tokoh nasional Indonesia, Jusuf Kalla, dalam momentum menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Menurutnya, Idul Adha menghadirkan kembali pelajaran besar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketundukan kepada Tuhan sekaligus kepedulian terhadap sesama manusia.
“Idul Adha mengajarkan kita arti pengorbanan. Bahwa dalam kehidupan, ada kepentingan pribadi yang kadang harus dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar, demi kemanusiaan dan persatuan,” ujar JK.
Dalam pandangannya, nilai kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga refleksi sosial di tengah dunia yang terus menghadapi tantangan kemiskinan, konflik, dan ketimpangan.
Di berbagai belahan dunia, jutaan umat Muslim merayakan Idul Adha dengan tradisi yang berbeda namun membawa pesan universal yang sama: berbagi dan memperkuat solidaritas antar sesama. Dari Asia, Timur Tengah, hingga Afrika, semangat kurban menjadi simbol kepedulian lintas batas.
Jusuf Kalla menilai, di tengah situasi global yang penuh polarisasi dan konflik, nilai persatuan menjadi semakin penting untuk dijaga. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga harmoni di tengah perbedaan.
“Persatuan adalah kekuatan utama. Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pandangan, tetapi kemanusiaan dan kebersamaan harus tetap menjadi prioritas,” katanya.
Momentum Idul Adha, lanjut JK, juga menjadi pengingat bahwa kesejahteraan sosial tidak dapat tercipta tanpa adanya empati dan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan. Distribusi hewan kurban dinilai sebagai bentuk nyata pemerataan dan solidaritas sosial.
Di Indonesia sendiri, tradisi kurban setiap tahun selalu menghadirkan wajah gotong royong masyarakat. Mulai dari warga kampung, komunitas diaspora, lembaga kemanusiaan, hingga relawan muda ikut terlibat memastikan daging kurban dapat menjangkau masyarakat luas.
Bagi JK, semangat itu menjadi modal sosial penting bagi Indonesia untuk terus menjaga stabilitas dan persaudaraan di tengah tantangan zaman.
“Idul Adha mengingatkan kita bahwa manusia terbaik bukan yang paling banyak memiliki, tetapi yang paling besar manfaatnya bagi orang lain,” tutupnya.











