Ikonkata — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memantapkan langkah menuju predikat Kabupaten Kota Sehat (KKS) melalui persiapan verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dijadwalkan berlangsung pada 4–17 Juni 2026.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Luwu Timur, Senin 25 Juni 2026.
Dalam arahannya, Ramadhan Pirade menegaskan pentingnya kesiapan seluruh tim agar proses verifikasi berjalan optimal dan mampu menunjukkan capaian sanitasi daerah secara maksimal.
“Semua harus dipersiapkan dengan matang, termasuk form penilaian yang akan dibawa saat pelaksanaan kegiatan. Jangan sampai sudah di lokasi kegiatan tapi belum ada persiapan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, menjelaskan bahwa verifikasi STBM menjadi bagian penting dalam penilaian Kabupaten Kota Sehat.
Menurutnya, tim verifikasi akan menilai tiga komponen utama, yakni sekolah dan puskesmas, desa, serta rumah tangga.
“Jadi kita ini terdiri dari dua tim. Kedua tim ini nantinya akan memverifikasi tiga item, yaitu sekolah dan puskesmas, desa, dan rumah tangga,” jelas dr. Helmy.
Ia menambahkan, pelaksanaan verifikasi melibatkan berbagai sektor dan didukung kampanye perubahan perilaku masyarakat terkait penerapan lima pilar STBM.
Saat ini masih terdapat 28 desa yang menjadi fokus pembinaan karena belum memenuhi seluruh indikator STBM lima pilar. Pemerintah menargetkan seluruh desa di Luwu Timur dapat mencapai status desa STBM secara menyeluruh.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Luwu Timur dalam membangun lingkungan yang sehat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat posisi daerah menuju predikat Kabupaten Sehat.

















