Ikonkata-Ray Suryadi Arsyad kembali turun langsung menyerap aspirasi warga pesisir Kota Makassar melalui Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar pada 20–21 Mei 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di delapan titik di Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah — dua kawasan padat penduduk yang selama ini menghadapi persoalan klasik perkotaan, mulai dari pelayanan dasar hingga problem sosial generasi muda.
Sejak hari pertama reses di Kelurahan Pannampu dan Tabaringan, antusiasme warga terlihat tinggi. Reses bukan lagi dipandang sekadar agenda formal anggota dewan, tetapi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi sehari-hari.
Salah satu keluhan utama yang paling banyak muncul adalah persoalan air bersih.
Warga mengeluhkan kualitas air PDAM yang dinilai kerap keruh dan berbau sehingga mengganggu kebutuhan rumah tangga. Di wilayah pesisir, persoalan akses air bersih masih menjadi isu sensitif yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, warga juga menyoroti perlunya peningkatan layanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Tabaringan. Masyarakat berharap peningkatan status dan fasilitas puskesmas agar pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, nyaman, dan menjangkau warga pesisir secara maksimal.
Di sektor pendidikan, warga menilai gerakan menyekolahkan anak harus menjadi prioritas bersama. Pendidikan dianggap sebagai jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan di kawasan pesisir dan pemukiman padat penduduk.
Tak hanya soal infrastruktur dan layanan dasar, reses juga diwarnai keresahan warga terhadap kondisi pergaulan anak muda. Masyarakat meminta pengawasan dan pembinaan lebih serius agar generasi muda tidak terjerumus pada narkoba, kenakalan remaja, hingga tindak kriminalitas.
Pada hari kedua, reses kembali berlangsung di Kelurahan Pattingalloang dan Pannampu. Kehadiran legislator di tengah lingkungan warga dinilai memperkuat hubungan emosional antara masyarakat dan wakil rakyat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ray Suryadi Arsyad menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Makassar.
Menurutnya, reses harus menjadi momentum mendengar suara warga secara langsung, bukan hanya agenda administratif.
Ia juga mengajak masyarakat terus aktif menyampaikan aspirasi demi menghadirkan pembangunan yang lebih merata, khususnya bagi kawasan pesisir yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan layanan publik.
Bagi warga, harapan terbesar bukan sekadar aspirasi dicatat, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi kebijakan nyata yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat Makassar.










