BPOM dan Badan Gizi Nasional Perkuat Pengawasan Program Makan Gratis

program makan gratis kini diposisikan sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kualitas pangan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar.

Ikonkata-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak hanya berbicara soal distribusi makanan, tetapi juga tentang bagaimana negara memastikan setiap pangan yang diterima masyarakat benar-benar aman, sehat, dan berkualitas.

Komitmen itu ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengawas Obat dan Makanan dan Badan Gizi Nasional di Kantor BGN, Rabu (6/5/2026).

Kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Taruna Ikrar bersama Dadan Hindayana sebagai langkah memperkuat sistem pengawasan keamanan dan mutu pangan dalam pelaksanaan Program MBG secara nasional.

Bagi pemerintah, program makan gratis kini diposisikan sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kualitas pangan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar.

“Keamanan dan mutu pangan menjadi aspek fundamental yang harus dipenuhi dalam Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Taruna Ikrar.

Menurutnya, program strategis nasional seperti MBG membutuhkan sistem pengawasan pangan yang kuat, terintegrasi, dan berbasis ilmiah agar masyarakat benar-benar terlindungi dari risiko pangan yang tidak layak konsumsi.

Melalui kerja sama tersebut, BPOM akan memperkuat pengawasan mulai dari pengujian pangan, pengembangan metode analisis, hingga pelatihan bagi pelaksana program di lapangan.

Penguatan sistem itu juga didukung jaringan 83 Unit Pelaksana Teknis BPOM yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan jaringan tersebut, pemerintah ingin memastikan makanan yang disalurkan kepada masyarakat tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengawasan ketat menjadi bagian penting menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG.

“Kami ingin memastikan setiap makanan yang disalurkan dalam program ini telah melalui proses pengawasan dan pengujian yang ketat sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Selain pengawasan teknis, BGN juga menyiapkan dukungan sarana, alat pengujian, hingga pengembangan sistem informasi pengawasan guna memperkuat efektivitas pelaksanaan program.

Kolaborasi antarlembaga ini dinilai menjadi langkah penting membangun sistem pangan nasional yang lebih modern dan terintegrasi, terutama dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang gizi masyarakat.

Di tengah tantangan stunting dan kualitas kesehatan generasi muda, Program Makan Bergizi Gratis dipandang bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi bagian dari strategi besar menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

banner 336x280