Ikonkata — Pemerintah Kabupaten Maros mengambil langkah cepat untuk meredam ketegangan yang muncul akibat polemik penutupan akses jalan di kawasan Pesantren Darul Istiqamah. Alih-alih memperpanjang konflik, pemerintah daerah kini memprioritaskan pendekatan dialog melalui pembentukan tim mediasi lintas instansi.
Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini tidak bisa dilakukan secara sepihak. Karena itu, koordinasi melibatkan berbagai unsur dinilai menjadi kunci untuk menemukan jalan keluar yang adil bagi semua pihak.
“Atas inisiasi Kapolres Maros, kami mengumpulkan seluruh pihak terkait, mulai dari Forkopimda, Kementerian Agama, Badan Pertanahan Nasional, hingga pihak pengadilan untuk bersama-sama melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya.
Langkah tersebut menghasilkan kesepakatan untuk membentuk tim mediasi yang akan bekerja mengurai akar persoalan. Tim ini dijadwalkan kembali mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa guna menggali duduk perkara secara komprehensif.
Menurut Chaidir, pendekatan dialog diharapkan mampu meredakan ketegangan sekaligus membuka ruang kesepahaman. “Kami ingin memastikan semua pihak didengar, sehingga solusi yang dihasilkan nantinya benar-benar bisa diterima bersama,” katanya.
Di tengah situasi yang masih sensitif, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas. Semua pihak diminta menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.
Upaya mediasi ini diharapkan menjadi titik balik penyelesaian konflik, sehingga akses jalan yang sempat terhambat dapat kembali difungsikan dan aktivitas masyarakat di sekitar pesantren berjalan normal seperti sediakala.









