Konflik Global di Timur Tengah, Kepala BPOM Taruna Ikrar Jamin Ketahanan Obat dan Pangan di Indonesia

Alumnus Ph.D (Kardiovaskular dan Vital Control of Medicine) di Medical School Niigata University Hospital, Jepang ini menambahkan,terdapat empat poin fokus utama pada Ketahanan Obat dan Pangan demi tercapai Kemandirian Obat.

Ikonkata– Untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo dalam bidang kesehatan, Balai Pengawasan Obat Obatan Makanan dan Minuman (BPOM) menjalin kolaborasi dengan berbagai kelembagaan di tanah air. Bukan hanya pihak swasta tetapi menjalin kemitraan dengan Kementerian Pertahanan. Selain itu bermitra dengan Kementerian Pertahanan tak lepas dari peran Prof.Dr.Taruna Ikrar selaku kepala BPOM RI untuk menciptakan Ketahanan Obat dan Pangan di Indonesia di tengah konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah. 

Seperti yang dikutip oleh redaksi melalui akun medsos pribadi  Kepala BPOM Taruna Ikrar, bermitra dengan Kementerian Pertahanan sebagai wujud menciptakan  ketahanan obat dan pangan sebagai prioritas nasional melalui penguatan riset, inovasi, dan kemandirian produksi.

“BPOM memastikan ketersediaan obat dan makanan aman di tengah konflik global, serta mendorong kolaborasi ABG (Academia-Business-Government) untuk kemandirian obat, termasuk pengembangan bahan alam” Tulis Taruna Ikrar.

Alumnus Ph.D (Kardiovaskular dan Vital Control of Medicine) di Medical School Niigata University Hospital, Jepang ini menambahkan,terdapat empat poin fokus utama pada Ketahanan Obat dan Pangan demi tercapai Kemandirian Obat.

Keempat bidang tersebut  yakni penguatan riset dan pengembangan (R&D), inovasi produk dalam negeri,  percepatan hilirisasi, dan  pengembangan obat herbal/bahan alam sebagai pendukung.

Sementara itu menanggapi ketidak pastikan akibat konflik yang terjadi di timur tengah, BPOM menurut Taruna menjamin  kelancaran stok obat dan bahan pokok di Indonesia.

Taruna menjelaskan bagaimana BPOM melakukan upaya ketahanan kesehatan di Indonesia.  Di mana melalui Studi Khusus, pihaknya akan menekankan pentingnya pengendalian resistensi antimikroba (antibiotik) sebagai bagian dari ancaman silent pandemic. Sementara dalam hal pengawasan  strategis, pihaknya akan melakukan  inspeksi langsung ke sarana produksi dan distribusi untuk memastikan keamanan produk di lapangan.

“Langkah-langkah tersebut merupakan upaya strategis untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses obat dan makanan yang aman, bermutu, dan terjangkau” tutupnya.

banner 336x280