Ikonkata-Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan melalui berbagai program terpadu. Hal tersebut disampaikan Bupati Andi Abdullah Rahim saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPKP) di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Jumat (13/3/2026).
Dalam arahannya, Andi Rahim menegaskan penanganan kemiskinan merupakan isu strategis yang juga menjadi perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi lintas sektor agar program penurunan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif.
“Masalah kemiskinan tidak bisa diselesaikan satu OPD saja. Semua harus terlibat dan bekerja bersama agar upaya yang kita lakukan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Luwu Utara menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021 angka kemiskinan berada di angka 13,59 persen, kemudian turun menjadi 11,24 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi 10,74 persen pada tahun 2025.
“Kendati mengalami penurunan angka tersebut masih cukup tinggi sehingga diperlukan kerja bersama yang lebih serius untuk mempercepat penurunannya,” tutur Andi Rahim.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menargetkan sekitar 500 kepala keluarga dapat terbebas dari kemiskinan pada tahun 2026 melalui berbagai program intervensi yang terarah.
“Target kita tahun ini minimal 500 kepala keluarga bisa keluar dari kategori kemiskinan. Ini membutuhkan kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan semua pihak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, berbagai langkah yang akan dilakukan antara lain pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengembangan koperasi, hingga pemberian bantuan usaha yang tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar setiap program bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
“Data harus jelas, siapa orangnya, di mana rumahnya, apa pekerjaannya, dan bagaimana kondisi keluarganya. Dengan data yang akurat, intervensi yang kita lakukan akan lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.










