Ikonkata-Komitmen terhadap pemenuhan hak asasi manusia di bidang pendidikan kembali ditegaskan di Kabupaten Luwu Utara. Program Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan resmi diluncurkan di Rutan Kelas II B Masamba, sebagai wujud nyata pemberian kesempatan kedua bagi mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.
Peresmian program ini dilakukan langsung oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Utara. Momentum tersebut menjadi langkah progresif dalam memastikan hak atas pendidikan tetap terpenuhi bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pesan penuh harapan kepada para warga binaan.
“Khusus bagi para warga binaan, walaupun terhalang oleh dinding penjara, dinding-dinding ini tidak boleh menghalangi masa depan Anda semua. Pendidikan adalah hak setiap warga negara dan menjadi jembatan untuk kembali bangkit serta memperbaiki diri,” tegasnya (2/03).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Rutan Kelas II B Masamba atas inisiatif menghadirkan program pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Masamba, Syamsul menegaskan lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani masa pidana, melainkan ruang untuk refleksi dan pembentukan karakter.
“Rutan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi tempat mengendalikan diri, membina kepribadian, dan mengasah keterampilan agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Program Pendidikan Kesetaraan ini diharapkan menjadi pondasi penting dalam membangun kembali kepercayaan diri warga binaan, sekaligus membekali mereka dengan kompetensi akademik yang setara dengan pendidikan formal di luar rutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Utara, Sekretaris Dinas, Kabid PAUD, serta Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Luwu Utara. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh pemerintah daerah dalam memastikan program ini berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dengan dimulainya program ini, Rutan Kelas II B Masamba tidak lagi dipandang semata sebagai tempat penahanan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan pengembangan diri. Sebuah ruang harapan yang membuka jalan bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih cerah saat kembali ke tengah masyarakat.
















