Ikonkata – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. menghadiri Rapat Kordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang berlangsung di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas rencana ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi.
Rakortas dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Selain dihadiri oleh Kepala BPOM RI, juga dihadiri sejumlah menteri seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Jusuf, Menteri Agama Prof. Nazaruddin Umar, Menteri Perdagangan, Kepala Badan Pangan Nasional, Kepala Badan Karantina Indonesia, hingga Direktur Utama Perum Bulog.
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa rapat tersebut sekaitan persiapan ekspor sekitar 2.280 ton beras premium untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Sementara itu sebagai lembaga yang mengawasi makanan dan minuman, BPOM
Menurut Kepala BPOM Taruna Ikrar akan melakukan pengawalan ketat dari sisi mutu serta keamanan pangan agar beras Indonesia memenuhi standar di negara tujuan dan terhindar dari risiko penolakan.
“BPOM siap mengawal seluruh aspek mutu dan keamanan agar beras Indonesia diterima tanpa hambatan di Arab Saudi,” ucap Taruna Ikrar, usai menghadiri Rakortas.
Sebab kata Ilmuwan Biomedis tersebut ekspor Beras Haji Nusantara ini bukan sekadar pengiriman komoditas pangan, tetapi menyangkut kepercayaan, reputasi, dan tanggung jawab negara.
Selama ini BPOM sebagai National Competent Authority telah berpengalaman bermitra langsung dengan otoritas pangan Arab Saudi sehingga menjadi modal penting dalam memastikan seluruh persyaratan teknis dipenuhi. Dari penerapan standar fasilitas pengolahan, pengujian mutu, hingga detail administratif seperti label berbahasa Arab, format tanggal kedaluwarsa, dan validitas informasi nilai. Taruna memasukan beras yang rencananya akan diekspor pada minggu ketiga bulan Februari 2026 ini tidak akan dilakukan karantina ulang sebab telah melakukan pemeriksaan sejak dari hulu nya.
“Kami pastikan beras yang diekspor tidak memerlukan karantina ulang atau pemeriksaan tambahan yang bisa menghambat distribusi,” ucapnya.
Sementara itu Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, kebijakan pemerintah mengekspor beras Nusantara ke Arab Saudi sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan haji sekaligus memperkuat posisi pangan nasional di tingkat global.
“Negara harus hadir memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan konsumsi pangan yang layak, berkualitas, dan sesuai standar.”
Tandas Zulkifli Hasan.
Pada kesempatan tersebut Zulkifli juga mengungkapkan bahwa ekspor beras nusantara ini tidak sekadar komersial tetapi sebagai bagian dari peningkatan layanan ibadah haji, sekaligus sarana memperkuat kehadiran negara dalam menjamin kualitas pangan yang dikonsumsi jamaah Indonesia di Tanah Suci.










