Sebelum Membuka Program Studi Rekayasa Kosmetik, Pimpinan Fakultas Farmasi Unpad Konsultasi ke Prof. Taruna

ilmu pengetahuan dan pengawasan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus seiring, agar setiap produk kosmetik yang hadir di tengah masyarakat benar-benar aman, bermutu, dan bermanfaat

Ikonkata– Jajaran pimpinan Fakultas  Farmasi Universitas Padjadjaran  (Unpad) melakukan audiensi dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.  Dekan Fakultas Farmasi Prof. apt. Auliya A. Suwantika, Ph.D., bersama tim akademi diterima di ruangan Kepala BPOM, pada Jumat lalu (20/2/2026). Kunjungan mereka untuk berdiskusi dan meminta masukan kepada Prof. Taruna atas rencana kampus tersebut untuk membuka  Program Studi Sarjana Rekayasa Kosmetik di Fakultas Farmasi Unpad.

Pimpinan Fakultas Farmas Unpad merasa membutuhkan masukan dari Prof Taruna  untuk memastikan kurikulum yang disusun tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sejalan dengan kebutuhan pengawasan, standar keamanan, mutu, dan regulasi kosmetik yang berlaku di Indonesia.

banner 970x250

“Kami berdiskusi tentang rencana pengembangan Program Studi Rekayasa Kosmetik dan pentingnya menyiapkan SDM yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berakar kuat pada regulasi”  ujar Dekan Farmasi Prof. apt. Auliya A. Suwantika, Ph.D.

Sementara itu Kepala BPOM Prof Taruna mengapresiasi kunjungan pimpinan Fakultas Farmasi Unpad ke badan yang dipimpinnya termasuk menyambut baik rencana Unpad membuka Program Studi Rekayasa Kosmetik. Alumnus dokter ahli yang banyak berkecimpung di Luar Negeri ini menyebutkan bahwa pengembangan ilmu di bidang kosmetik tidak boleh berjalan sendiri tanpa pijakan regulasi.

“Inovasi dan riset adalah fondasi penting, tetapi harus berjalan seiring dengan regulasi. Tanpa itu, kita berisiko menghadirkan produk yang tidak aman. Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi strategis untuk menyiapkan SDM yang memahami kosmetik secara utuh” jelas Taruna.

Lebih lanjut kata dia  lembaganya membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan perguruan tinggi, mulai dari penyelarasan kurikulum, penguatan riset berbasis kebutuhan pengawasan, hingga pengembangan program magang terstruktur bagi mahasiswa.

“Bagi saya, ilmu pengetahuan dan pengawasan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus seiring, agar setiap produk kosmetik yang hadir di tengah masyarakat benar-benar aman, bermutu, dan bermanfaat” kata Taruna yang dikutip melalui akun Medsosnya, yang memposting suasana keakraban saat menerima pimpinan Fakultas Farmasi Unpad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *