Ikonkata-Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas 84 mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) untuk mengikuti short course ke Mesir. Pengiriman kader ulama ke Mesir bukan sekadar program pendidikan, melainkan investasi negara dalam penguatan ilmu pengetahuan, riset, dan kualitas ulama masa depan.
“Kalian adalah harapan masa depan kami, masa depan bangsa, dan masa depan umat,” ujar Menag di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menag menjelaskan bahwa para kader ulama mendapatkan dukungan beasiswa secara komprehensif. Menurutnya, terdapat peluang tambahan berupa pembiayaan riset internasional bagi peserta yang mampu mengembangkan penelitian berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Ini bukan hanya belajar, tetapi juga kesempatan untuk riset, mengikuti seminar internasional, konferensi, dan pengembangan akademik yang lebih luas. Banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, jangan disia-siakan,” tambah Menag.
Menag mendorong para kader ulama untuk berani mengambil topik riset yang menarik, aktual, dan memiliki kebaruan. Menurut Menag, riset yang kuat dan berbeda akan membuka peluang pengakuan akademik di tingkat global, sekaligus mengangkat nama Indonesia di dunia keilmuan Islam internasional.
Menag juga mengingatkan pentingnya etos akademik dan manajemen waktu selama mengikuti short course di Mesir. Menag meminta para peserta memaksimalkan akses perpustakaan, literatur klasik, serta sumber-sumber ilmiah yang melimpah di sana.
“Gunakan waktu seefisien mungkin. Ilmu tidak datang dengan sendirinya, ia harus dikejar dengan disiplin,” ujarnya.
Program pengiriman 84 mahasiswa PKUMI ke Mesir ini menjadi bagian dari komitmen pemerinta dalam mehnyiapkan kader ulama yang tidak hanya kuat secara keilmuan keislaman, tetapi juga memiliki kapasitas riset, wawasan global, dan daya saing internasional.
Menutup kegiatan, Menag melepas para peserta dengan doa dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat kembali membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan pengembangan keislaman di Indonesia.
“Pulanglah dengan membawa ilmu, gagasan, dan harapan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena masa depan keilmuan Islam Indonesia ada di tangan kalian.” pungkasnya. (Rls/kemenag)









