Pastikan Arahan Mendagri, Dirjen Polpum Saran ke Forkopimda Sukabumi, Turun Berdialog dengan Warga

menurut Dirjen Bahtiar adalah memastikan kehadiran Siskamling dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT/RW sesuai instruksi Presiden Prabowo melalui Menteri Dalam Negeri. Sebab kehadiran Siskamling di mana dalamnya berfungsi sebagai “warga jaga warga” sudah terbukti efektif menjaga keamanan lingkungan.

IKONKATAID,Sukabumi : Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Dr.Bahtiar Baharuddin melanjutkan silaturahmi dan dialog dalam rangka penajaman arahan Menteri Dalam Negeri kepada Pemda dan Fokropimda di kota Sukabumi, Jawa Barat Jumat 12 September 2025. Terdapat sebelas arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada seluruh Pemda di tanah air yang pernah disampaikan oleh Mendagri baik melalui meeting daring maupun melalui surat edaran. Kedatangan Dirjen Bahtiar hari ini di Sukabumi guna memastikan arahan tersebut sekaligus mendengarkan laporan dari Pemda serta jajaran Forkopimda Sukabumi. Forum silaturahmi berlangsung di lantai 1 Ruang Rapat Walikota Sukamaju, Cikole Jalan Syamsuddin, SH .

Seperti diketahui, Mendagri Tito Karnavian telah menerbitkan surat Kemendagri No : 3001.1.4/./BAK perihal peningkatan peran Satlinmas terkait kondusufifitas penyelanggaraan Trantibumlinmas. Sebelas poin urahan Mendagri tersebut diantaranya , agar Kepala Daerah melaksanakan Rapat Forkopimda, Sambangi/duduk bersama dengan para tokoh dan unsur masyarakat yang berpengaruh, Laksanakan Doa Kedamaian yang melibatkan lintas masyarakat dan Pemerintah, Gencarkan program pro rakyat seperti gerakan pasar murah, bansos, dll, Tunda semua kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan apalagi dengan musik-musik seperti berpesta, Jangan flexing kemewahan baik pejabat maupun keluarga. Kalau ada acara pribadi seperti resepsi pernikahan, ulang tahun dll, laksakan secara sederhana, Tunda semua keberangkatan ke luar negeri, Semua Kepala Daerah dalam kondisi rawan harus di dalam daerahnya masing-masing untuk mengendalikan situasi bersama Forkompimda.

“Intinya memang saya ditugaskan secara khusus di sini oleh Pak Menteri Dalam Negeri untuk mengecek kepastian arahan dari sebelas poin. Karena Pak Menteri telah memberikan arahan arahan pada tanggal 30 Agustus 2025. Kemudian ada juga perintah dari Presiden” kata Dirjen Bahtiar saat mengawai silaturahmi ini. Dia juga berterima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur kepemudaan di Sukabumi atas berbagai peran sehingga daerah ini tetap terjaga serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari hari. Tak lupa pula berterima kasih atas upaya jajaran Forkopimda yang selalu membuka ruang ruang dialog dengan masyarakat Sukabumi.
“Alhamdulillah dalam pantauan kita, walaupun di Jakarta terjadi gejolak tetapi di Sukabumi tetap kondusif. Saya menyampaikan terima kasih baik secara pribadi maupun atasa nama kemendagri” tutur Dirjen Bahtiar

Selanjutnya dalam dialog tersebut Dirjen Bahtiar memaparkan beberapa hal menyangkut sebelas arahan yang telah disampakan oleh Mendagri Tito Karnavian beberapa pekan yang lalu. Bahtiar menjelaskan satu persatu sebelas arahan Mendagri sekaligus memastikan apakah telah terlaksana secara efektif di kota Sukabumi. Seperti penjelasan tentang peran Forkopimda dalam menjalankan pemerintahan di daerah, pola komunikasi efektif dan baik yang dilakukan oleh Pemda dan Forkopimda terhadap tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat, bagaimana menghadapi informasi negatif yang muncul melalui media sosial.
“Sehingga yang dapat kita lakukan adalah menyuplai sebanyak banyak informasi positif tentang Sukabumi melalui media dan media sosial.”saran Bahtiar yang juga Ketua Masyarakat Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) tersebut.

Hal lain lanjut Dirjen Bahtiar yakni pelibatan pejabat dan ASN yang terjun langsung ke masyarakat untuk bertemu dengan warga dan tokoh masyarakat. Agar warga merasakan kehadiran pemerintah di tengah tengah masyarakat sehingga diharapkan pejabat bahkan Forkopimda lebih aktif melakukan komunikasi dengan masyarakat.
“Tak bisa kita melayani seluruh warga Sukabumi di kantor ini. Maka dari itu kita harus temui warga di lapangan. Kesbangpol yang memang banyak berbaur dengan masyarakat ya jangan berkumpul di kantor. Dinas Pertanian, Dinas Perikanan. Tempatnya bertemu dengan petani dan nelayan” ujar Dirjen Bahtiar. Untuk itulah dia berharap agar Pemda Sukabumi menerapkan managemen birokrat yang bernurani pada rakyat.
Hal lain menurut Dirjen Bahtiar adalah memastikan kehadiran Siskamling dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT/RW sesuai instruksi Presiden Prabowo melalui Menteri Dalam Negeri. Sebab kehadiran Siskamling di mana dalamnya berfungsi sebagai “warga jaga warga” sudah terbukti efektif menjaga keamanan lingkungan. Selain itu jelas Bahtiar, kehadiran siskamling sudah menjadi bagian dalam kehidupan semangat gotong royong dan budaya kita di Indonesia yan tak dimiliki oleh bangsa lain.

Sementara itu dalam laporannya Walikota Sukabumi H.Ayeb Zakri menjelaskan hal hal yang telah dicapai oleh Pemda bersama jajaran Forkopimda di Sukabumi. Baik saat berlangsung gejolak di berbagai daerah tanah air maupun pasca mendapat arahan dari Mendagri. Pada umumnya ungkap Walikota Ayeb, situasi dan kondisi di daerah yang tengah dipimpinnya ini relatif berlangsung aman dan kondusif

“Penguatan koordinasi antar Forkopimda dalam menyikapi aspirasi dari publik. Di mana hadir secara langsung dalam mengendalikan situaisi di daerah” kata Walikota Ayeb. Dan sejak ada aksi berlangsung semua unsur bergerak ke masyarakat.
Dalam hal perbaikan komunikasi publik Pemkot Sukabumi bersama Forkpimda telah mengaktifkan kanal kanal Pemkot dalam menyampaikan hal hal baik dan kegiatan positif kepada publik.
“Untuk aksi dapat kami laporkan relatif berlangsung damai. Kami hargai aspirasi publik. Kami membuka ruang dialog dengan tokoh dan unsur masyarakat termasuk mahasiswa. Dialog ini tidak ada batas waktu, kita akan melayani dan kita sudah melayani setelah tanggal 1 September” jelas Walikota.

Sementara itu merespon tuntas publik Pemkot Sukabumi bersama DRRD sepakat untuk mengevaluasi kembali kebijakan kebijakan selama ini.

“Sangat kami hargai, butuh arahan dan pendampingan khususnya Ditjen polpum.
Dapat membantu upaya peningkatan kepasitas SDM Pemda untuk panduan menangani gejolak sosial di tengah tengah masyarakat “ tutup Waikota Ayeb.

Hadir dalam forum silaturahmi tersebut Dirjen Polpum didampingi Dirkektur Kewaspadaan Nasional Aang Witasa Rafik, Wakil Walikota Sukabumi Bobby Maulana, Ketua DPRD Kota Sukabumi H. Wawan Juanda, SH, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Czi Indra Gunawan, ST, MM, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi, SH, S. IK, MM, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi Ade Hermawan, SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Sukabumi Himelda Sidabalok, SH, MH, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, ST, M.K.M, Kaban Kesbangpol Kota Sukabumi Agus Wawan Gunawan, S. IP, Kepala Satpol PP Kota Sukabumi H. Ayi Jamiat, S. STP, M. Si serta pPerwakilan FKUB, FKDM dan FPK.

banner 336x280