Bertempat di Anjungan Pantai Losari, Sabtu malam (21/06), peluncuran ini menjadi tonggak awal realisasi komitmen kepemimpinan baru Kota Makassar di bawah tagline ‘MULIA’.

Sebagai program pembuka, MCH langsung diarahkan untuk menjawab dua tantangan besar kota: tingginya angka pengangguran dan rendahnya akses anak muda terhadap pelatihan dan sertifikasi kerja. Saat ini, data BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka Makassar masih berkisar di angka 9,7 persen tertinggi di Sulawesi Selatan.
“MCH adalah bukti dari janji yang kami realisasikan lebih awal. Bukan sekadar program seremonial, tapi tempat nyata bagi anak muda untuk berkembang dan bersaing,” tegas Wali Kota Munafri Arifuddin.
Menurut Appi, MCH dirancang bukan sekadar sebagai bangunan, tetapi ekosistem kreatif yang hidup. Tempat ini dilengkapi dengan ruang pelatihan, komunitas, toko kreatif, hingga kafe, yang semuanya dirancang ramah bagi penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok marjinal lainnya. Aksesnya sepenuhnya gratis.
“Di sini, anak-anak muda bisa meng-upgrade keterampilannya lewat pelatihan bersertifikat. Gratis bukan berarti seadanya. Kualitas tetap kami jaga, dan sertifikatnya diakui secara nasional,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai mitra teknis. Jika pelatihan di MCH tidak mencukupi dari sisi fasilitas atau kapasitas, peserta akan dialihkan ke BLK untuk mendapatkan pelatihan lebih lanjut.
Selain membekali peserta dengan hard skill dan soft skill yang relevan, MCH juga dibentuk sebagai pusat kolaborasi lintas disiplin. Appi berharap tempat ini menjadi laboratorium ide dan inovasi, sekaligus jembatan menuju peluang kerja di sektor kreatif, digital, hingga industri konvensional.
“Kita ingin anak-anak Makassar jadi tuan rumah di kotanya sendiri. Tidak kalah dengan tenaga kerja dari luar. Bahkan kalau bisa, kita cetak anak-anak muda yang mampu bersaing hingga ke pasar internasional,” tambahnya.
MCH juga ditargetkan berkembang menjadi jaringan pelatihan yang menyentuh seluruh lapisan kota. Pemkot tengah merancang ekspansi ke sejumlah kecamatan, agar warga di wilayah terluar seperti Sudiang juga bisa mengakses layanan pelatihan tanpa harus ke pusat kota.
“Jangan sampai kreativitas anak muda hanya terpusat di satu titik. Kita ingin semangat ini menyebar ke lorong-lorong, ke semua penjuru Makassar,” kata Appi.
Peluncuran Makassar Creative Hub ini juga menjadi pembuka jalan bagi enam program unggulan lain pasangan Appi-Aliyah yang akan segera menyusul, yakni Makassar Super App, program jaminan sosial berbasis data, sambungan air bersih gratis, pembangunan stadion baru, serta program seragam dan iuran sampah gratis.
“Setiap janji harus ditunaikan. Tidak dengan gaduh, tapi dengan kerja. MCH ini adalah langkah awal dari banyak yang akan kami realisasikan ke depan,” tutup Appi.
Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham juga menyampaikan optimisme serupa. Ia menyebut MCH sebagai simbol masa depan, rumah bagi ide dan harapan generasi muda Makassar.
“Saya percaya, setiap anak muda Makassar punya potensi besar. MCH hadir untuk menemani mereka bertumbuh dan mewujudkan mimpi,” ucap Aliyah, politisi Partai Demokrat itu.
Kemudian, Aliyah Mustika berharap MCH dimanfaatkan menjadi ruang kreatif sebaik-baiknya oleh masyarakat Makassar.
“Manfaatkan ini untuk berkembang dan belajar bersama, ini kami siapkan untuk kita semua yang ad di Makassar,” pungkasnya








