Harapan Luhut dan Dadan usai pantau lokasi produksi MBG di Depok

program MBG selain memberikan akses makan bergizi gratis untuk meningkatkan kualitas SDM, juga berperan sebagai offtaker dalam penyerapan produk-produk lokal.

IkonkataID,DEPOK-Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana  bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut B Panjaitan  mengunjungi SPPG di Cibubur dan SMP Negeri 23 Kota Depok untuk meninjau langsung implementasi program Makan Bergizi Gratis pada Rabu  30 April 2025.

Program Makan Bergizi Gratis bertujuan dalam pemenuhan gizi secara nasional yang menyasar pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Penyelenggaraan Program MBG menyentuh banyak aspek, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan makanan, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga distribusi MBG. Oleh karena itu, MBG sangat berpotensi untuk menggerakkan perekonomian lokal.

banner 970x250

Pada kunjungan ini, Ketua DEN, Luhut B. Pandjaitan menyoroti terkait kolaborasi antara SPPG, petani, peternak, dan pelaku UMKM yang akan menciptakan siklus ekonomi lebih kuat. SPPG yang mengolah bahan baku lokal akan membantu meningkatkan daya beli para petani dan pelaku usaha kecil, sambil mempercepat perputaran ekonomi di daerah sekitar.

“Sebenarnya ini kan tujuannya membangun mitra juga. Jadi dapur-dapur harus membeli dari supplier-supplier yang disiapkan dari pemasok telur, sayur dan buah juga lainnya. Supaya rantai pasok terus berjalan, skemanya harus ditata dan pola pembelian bahan baku harus dibuat, jangan hanya dari pasar saja.” Ujar Luhut seperti yang dikutip melalui rilis humas BGN, Kamis 1 Mei 2025.

Melalui MBG, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas, tetapi juga membangun jaringan yang saling mendukung dalam rantai pasok, distribusi, dan inovasi produk. Selain itu, MBG memiliki potensi yang besar untuk menumbuhkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan permintaan produk pangan dalam negeri, dan memperkuat ketahanan sosial.

Sementarta itu Kepala BGN Dadan Hindayana  mengatakan bahwa program MBG selain memberikan akses makan bergizi gratis untuk meningkatkan kualitas SDM, juga berperan sebagai offtaker dalam penyerapan produk-produk lokal.

“SPPG di setiap daerah dapat menggandeng UMKM di sekitarnya dalam pemenuhan bahan baku MBG” tandas Dadan

“Di Bogor, Tamansari, ekosistemnya memang ada yang sudah dibangun rantai pasoknya dan sudah dipenuhi melalui daya lokal. Tadinya tokoh masyarakat kebingungan produk dijual kemana, sekarang sudah dapat terserap secara rutin melalui MBG,” tambah Dadan.

BGN dan DEN ke depannya akan mendorong terbentuknya ekosistem dan pola pemenuhan bahan baku serta perputaran ekonomi lokal. Dengan pola yang terbentuk, MBG memiliki potensi sosial dan ekonomi yang luas. Dengan begitu, manfaat ekonominya bisa menjalar ke ladang, pasar, dan rumah tangga kecil yang menopang perekonomian lokal.

Melihat kompleksitas pelaksanaan program MBG, BGN perlu melakukan peninjauan secara berkala, penguatan sistem dan tata kelola yang transparan dan kolaboratis melalui pelibatan masyarakat, penggunaan data yang konsisten agar rantai pasok terjaga dan manfaat yang dirasakan akan implementasi program dapat tersalurkan secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *