Ikonkata.com,MAMUJU Bank Indonesia (BI) Sulbar merilis pertumbuhan ekonomi Sulbar triwulan I 2024, tercatat sebesar 6,02 persen (yoy) mengalami kenaikan jika dibandingkan pada triwulan IV tahun 2023, Minggu (30/6/2024). Pertumbuhan ekonomi Sulbar tercatat lebih tinga dari triwulan IV 2023 yang tumbuh sebesar 4,44 persen (yoy)
Menanggapi hal itu, Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin mengucapkan, terimakasih atas kerja keras Pemda se Sulbar bersama swasta pada sektor perekonomian. “Terimakasih kepada Bank Indoenesia yang konsisten memberikan pendidikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat dan menjadi inflasi. Terimakasih juga kami ucapkan KPK, OJK, LPS, Bulog dan seluruh instansi veritikal serta peran besar Forkopimda, Forkopimcam dan DPRD,” kata Bahtiar Baharuddin, Minggu, 30 Juni 2024. Termasuk, kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu, juga seluruh perbankan di Sulbar yang memberi kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Baik itu bank BRI, Mandiri, BNI, BSI dan Sulselbar, begitupun dia respek kepada para pahlawan UMKM. “Saat ini semua berikrar perkuat persatuan kesatuan Sulbar. Demi SULBAR yang malaqbi, maju dan berkelanjutam dalam ekosistem ekonomi hijau dan biru,” ungkapnya. Bahtiar kemudian meminta, apa yang telah dicapai terus dipertahankan dengan semakin kerja keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berdampak pada pertumbuham ekonomi Sulbar. Swasta besar didorong tumbuh dan ekonomi kerakyatan yang inklusif termasuk UMKM didorong semakin maju dan berkembang. “Tiga sektor utama yang menjadi ujung tombak ekonomi Subar yakni pertanian, ternak dan ikan akan kita gerakkan dengan gunakan APBD provinsi, Kabupaten dan desa serta potensi pariwisata kita galakkan keunggulan kompetitiv skala nasional,” ujar Bahtiar Baharuddin. Salah satu contohnya, menjadikan Sulbar sebagai penghasil pisang dan sukun terbesar selain yang sudah ada, yakni durian, kopi, coklat, sawit dan komoditas lainnya. “Pemkab harus temukan keunggulannya misalnya Kabupaten Mamasa saya sudah minta menjadi penghasil tanaman hias bunga anggrek terbesar nasional yang bisa di ekspor, caranya saya minta setiap warga Mamasa harus punya ribuan bahkan jutaan tanaman anggrek disekitar rumahnya,” paparnya. Jika kuantitif cukup, kata dia, maka pembeli tetap mudah diundang. Jadi kuncinya, apapun yang ditanam harus jumlah besar sehingga bisa menjadi skala industri. Contoh kenapa sawit Sulbar hebat karena jumlahmya besar. Komoditi lain mulai juga akan dipimpin gerakkan budidayanya.
“Satu tahun ke depan hasilnya keliatan. Jangan-jangan pertumbuhan Sulbar tahun berikutnya tumbuh jadi 8 persen lebih, itu keren banget. Dalam lima tahun ke depan pertumbuhan harus 8 sampai 10 persen baru bisa kejar ketinggalan Sulbar dengan daerah lainnya di Indonesia yang sudah maju,” ucap Bahtiar Baharuddin. Selain itu, kunci mudah infrastruktur pelabuhan kontainer dan bandara udara tiap hari harus didukung oleh pemerintah pusat. Masyarakat dan Pemda Sulbar telah berjuang menaikkan pertumbuhan. “Kami mohon bantuan pusat bangun infrastur dasar Sulbar pelabuhan. Bandara, jalan, jembatan, bendungan dan waduk. Termasuk menjadikan Balabalakang sebagai halaman depan Sulbar sebagai pusat industri ekonomi perikanan, kelautan terdekat IKN yang memiliki potensi wisata pulau indah. Kami sudah usulkan pulau Balabalakang sebagai rest area tempat persinggahan kapal-kapal yang melintas di ALKI II depan IKN antara pulau Kalimantan dan Sulawesi,” tuturnya.









