Ikonkata-Penguatan tata kelola yang transparan, diversifikasi usaha, serta kemitraan strategis menjadi tiga pilar utama yang dinilai mampu membawa koperasi berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat memberikan closing remarks pada hari kedua Rapat Anggota Tahunan (RAT) KOPERPOM Tahun Buku 2023–2025 di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Rabu (1/7/2026).
Menurut Taruna Ikrar, semangat dasar koperasi adalah kerja sama untuk menciptakan kemaslahatan bersama. Karena itu, keberhasilan sebuah koperasi harus tercermin dari pertumbuhan aset, meningkatnya jumlah anggota, serta kesejahteraan yang dirasakan seluruh anggotanya.
“Asal mula kata koperasi adalah cooperation. Kerja sama. Kerja sama tentang hal yang baik demi kesejahteraan dan kemaslahatan anggota,” ujarnya.
Ia menilai KOPERPOM yang telah berdiri cukup lama memiliki modal kuat untuk terus berkembang. Namun, pengembangan tersebut harus ditopang dengan strategi yang tepat agar koperasi mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Taruna Ikrar menekankan tiga strategi utama yang harus menjadi perhatian pengurus ke depan, yakni melakukan diversifikasi usaha, menghadirkan transparansi informasi kepada seluruh anggota, serta membangun kepercayaan sebagai fondasi utama organisasi.
“Kami, para pimpinan, berkomitmen mendukung penuh tumbuh kembang KOPERPOM,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha koperasi, Taruna Ikrar juga menyerahkan apresiasi kepada PT Indomarco Prismatama dan Bank Mandiri yang selama ini menjadi mitra strategis KOPERPOM. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas peluang bisnis sekaligus memperkuat akses pembiayaan bagi koperasi.
RAT KOPERPOM yang berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 menjadi forum tertinggi organisasi dalam mempertanggungjawabkan kinerja pengurus sekaligus menetapkan arah kebijakan koperasi ke depan. Agenda tersebut mencakup pengesahan laporan pertanggungjawaban Pengurus dan Dewan Pengawas Tahun Buku 2023, 2024, dan 2025, serta pemilihan Pengurus dan Dewan Pengawas periode 2026–2029.
Pada hari kedua pelaksanaan RAT, kegiatan juga diisi dengan debat calon Ketua KOPERPOM, sesi business opportunity, serta talkshow kewirausahaan. Empat kandidat yang memaparkan visi dan gagasannya adalah Henri Agus Kurniawan, Aditya Teguh Saputro, Fauzi Achmadi, dan Riski Kurniawan.
Sebelum debat berlangsung, Inspektur Utama BPOM, Yan Setiadi, mengingatkan pentingnya integritas dan transparansi dalam tata kelola koperasi.
Menurutnya, setiap pengurus harus mampu menjalankan organisasi secara akuntabel, termasuk melalui penyusunan laporan yang terbuka sebagai bagian dari budaya integritas.
Ia juga mendorong para calon ketua untuk menghadirkan kepemimpinan yang transformasional sehingga mampu membawa koperasi berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi seluruh anggota.
Melalui penguatan tata kelola, inovasi usaha, dan kemitraan strategis, KOPERPOM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga menjadi model koperasi yang profesional, transparan, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.









