Ikonkata-RD Kongo menoreh sejarah dalam perjalanan sepak bolanya di panggung dunia. Wakil Afrika itu meraih gol dan poin pertama sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia FIFA setelah menahan Portugal 1-1 pada laga Grup K di Houston Stadium.
Bersumber dari laporan resmi FIFA.com, hasil tersebut menjadi pencapaian monumental bagi Les Leopards yang kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang sejak 1974.
Di sisi lain, pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. Pada usia 41 tahun, Ronaldo tercatat sebagai pemain non-kiper tertua yang pernah menjadi starter dalam pertandingan Piala Dunia FIFA. Laga itu sekaligus menjadi penampilan Piala Dunia ke-23 sang megabintang, menyamai catatan legenda Italia Paolo Maldini sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak keempat dalam sejarah turnamen.
Portugal memulai pertandingan dengan sempurna. Baru enam menit laga berjalan, Joao Neves membawa Selecao unggul melalui sundulan akurat setelah menyambut umpan silang Pedro Neto. Lionel Mpasi tak mampu menghalau bola yang meluncur deras ke dalam gawang.
Gol cepat tersebut membuat Portugal mendominasi permainan pada fase awal pertandingan. Namun RD Kongo perlahan menemukan ritme permainan mereka.
Yoane Wissa hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-10 melalui tendangan melengkung kaki kiri yang hanya melintas tipis di sisi gawang Diogo Costa. Ancaman itu menjadi sinyal bahwa tim asuhan Sebastien Desabre tidak datang ke Houston sekadar untuk bertahan.
Kerja keras mereka akhirnya terbayar pada masa injury time babak pertama. Arthur Masuaku mengirimkan umpan silang akurat ke jantung pertahanan Portugal dan Wissa menyambutnya dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Costa.
Gol pada menit 45+5 itu langsung tercatat dalam sejarah. Untuk pertama kalinya sejak tampil perdana di Piala Dunia 1974, RD Kongo berhasil mencetak gol di putaran final Piala Dunia FIFA.
Momentum tersebut mengangkat kepercayaan diri Les Leopards pada babak kedua.
Portugal sempat mengira telah kembali memimpin ketika Joao Cancelo mencetak gol spektakuler melalui tendangan salto sesaat setelah jeda. Namun selebrasi sang bek sayap terhenti setelah VAR memastikan dirinya berada dalam posisi offside.
RD Kongo yang semakin berani terus memberikan tekanan. Bek tengah Steve Kapuadi bahkan memperoleh peluang emas melalui sundulan, meski bola masih melebar dari sasaran.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo memiliki dua kesempatan menjanjikan untuk mengembalikan keunggulan Portugal. Namun kedua peluang tersebut gagal menemui target, membuat koleksi gol Piala Dunia sang kapten tetap bertahan di angka delapan.
Ketika peluit panjang berbunyi, para pemain RD Kongo merayakan hasil imbang tersebut layaknya sebuah kemenangan.
Pelatih Sebastien Desabre mengaku bangga dengan performa timnya yang mampu menjalankan rencana permainan secara disiplin.
“Para pemain menunjukkan komitmen dan pengorbanan yang luar biasa. Kami menjalankan rencana permainan seperti yang diinginkan dan mencetak gol dari bola mati. Saya sangat bangga karena mereka mewakili Kongo dengan cara yang sangat positif,” ujar Desabre kepada FIFA.
Di kubu Portugal, pelatih Roberto Martinez menilai timnya kehilangan kontrol permainan setelah unggul cepat.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik, tetapi kemudian kehilangan kedalaman serangan dan kelancaran penguasaan bola. Gol mereka memberi kepercayaan diri dan membuat pertandingan menjadi sangat sulit. Namun saya tetap puas dengan sikap para pemain yang terus berjuang hingga akhir,” kata Martinez.
Hasil ini membuat persaingan Grup K tetap terbuka. Bagi Portugal, satu poin menjadi modal yang belum sepenuhnya memuaskan. Sementara bagi RD Kongo, malam di Houston akan dikenang sebagai momen ketika mereka akhirnya mencetak gol dan meraih poin pertama dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
Portugal 1-1 RD Kongo
Gol: Joao Neves (6) — Yoane Wissa (45+5)









