Ikonkata — Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sulampua turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan Infrastruktur Digital Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam kegiatan tersebut, APJII Sulampua diwakili oleh Sekretaris BPW APJII Sulampua, Bahtiar, yang hadir mewakili Ketua BPW APJII Sulampua, Abdul Malik untuk menyampaikan pandangan industri terkait perkembangan infrastruktur internet serta peluang kolaborasi dalam mendukung percepatan transformasi digital di Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Makassar, BAKTI Komdigi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor digital dan telekomunikasi.
Dalam paparannya, APJII Sulampua menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara atas upaya pemetaan wilayah blankspot yang telah dilakukan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan infrastruktur digital daerah.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, masih terdapat ratusan titik blankspot yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara. Menanggapi hal tersebut, APJII Sulampua menegaskan bahwa data tersebut tidak hanya menggambarkan tantangan yang masih dihadapi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan pelaku industri internet dalam mempercepat pemerataan akses digital.
APJII Sulampua juga memaparkan kontribusi penyelenggara jasa internet dalam pembangunan konektivitas daerah melalui pengembangan jaringan fiber optik, layanan internet rumah (FTTH), wireless broadband, serta penyediaan layanan internet bagi sektor pendidikan, pemerintahan, UMKM, dan fasilitas pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, APJII Sulampua turut menyampaikan hasil Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) APJII Sulampua yang menghasilkan komitmen bersama untuk melakukan penyehatan industri internet serta mendorong sinkronisasi pembangunan infrastruktur melalui pendekatan zonasi dan kolaborasi antar anggota.
Komitmen tersebut bertujuan untuk menciptakan industri internet yang sehat, berkelanjutan, dan mampu terus melakukan investasi jaringan hingga ke wilayah yang belum terlayani. Selain itu, pendekatan zonasi pembangunan infrastruktur diharapkan dapat menghindari duplikasi investasi, meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan, serta mempercepat pemerataan akses internet di kawasan Indonesia Timur.
Sebagai tindak lanjut, APJII Sulampua mengusulkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri melalui pemetaan bersama wilayah blankspot, sinkronisasi data infrastruktur eksisting, pemetaan kebutuhan konektivitas pada sekolah dan fasilitas publik, serta pengembangan model shared infrastructure dan neutral host untuk mendukung percepatan pembangunan jaringan internet di Sulawesi Tenggara.
APJII Sulampua menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“APJII Sulampua percaya bahwa pemerataan akses internet tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, dan masyarakat agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata hingga ke seluruh wilayah Sulawesi Tenggara,” ujar Bahtiar dalam paparannya.
Melalui forum ini, APJII Sulampua berharap sinergi antara pemerintah dan industri dapat terus diperkuat guna mewujudkan Sulawesi Tenggara yang semakin terkoneksi, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan era digital.









