Ikonkata-Memasuki Hari ke-4 Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 ditingkat Kecamatan. Kali ini di Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Sektor infrastruktur menjadi sorotan utama, mendominasi lebih dari setengah total aspirasi yang masuk.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Camat Bontoa, Selasa (10/2/2026), dibuka secara resmi oleh Bupati Maros yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Andi Fadli.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bontoa, Muh. Maudu, S.Hut, M.S.P., Anggota DPRD Maros, Rahmat, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Tripika, tokoh masyarakat, dan delegasi desa/kelurahan se-Kecamatan Bontoa.
Camat Bontoa, Muh. Maudu, menjelaskan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan ini merupakan tindak lanjut dari musyawarah tingkat desa dan kelurahan yang telah rampung dilaksanakan pada 12–19 Januari 2026.
“Tujuan utama forum hari ini adalah melakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi terhadap usulan warga. Kita ingin memastikan aspirasi tersebut terintegrasi dengan prioritas pembangunan Kabupaten Maros,” ujar Maudu.
Berdasarkan data teknis dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), tercatat sebanyak 72 usulan aspirasi masyarakat yang masuk. Dari jumlah tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menerima usulan terbanyak, yakni 44 usulan. Angka ini menunjukkan kebutuhan mendesak masyarakat Bontoa terhadap perbaikan akses jalan dan sarana fisik lainnya.
Selain sektor infrastruktur, sebaran usulan juga mencakup Dinas Kesehatan (6 usulan), Dinas Perhubungan dan Dinas Perpustakaan (masing-masing 5 usulan), serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (4 usulan). Sisanya tersebar di OPD lain seperti Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Sosial, dan Pariwisata.
Menariknya, dari total 28 OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros, aspirasi masyarakat Bontoa hanya mengerucut pada 11 OPD. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan masyarakat di wilayah ini sangat spesifik dan terfokus.
Sementara itu, Anggota DPRD Maros, Rahmat, turut membacakan pokok-pokok pikiran (Pokir) dewan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana kerja.
Dalam arahannya, Asisten III Pemkab Maros, Andi Fadli, menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah kecamatan, desa, dan OPD terkait.
“Saya berharap Musrenbang ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi wadah transparansi pembangunan daerah. Kita harus memastikan usulan prioritas benar-benar dapat terealisasi pada tahun anggaran mendatang,” tegas Andi Fadli.









