Ikonkata-Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C-551) melintasi Selat Singapura pada Rabu pagi, 16 September 2026. Kehadiran kapal eks Angkatan Laut Italia itu menandai fase akhir perjalanan menuju Indonesia.
Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Kolombo, Sri Lanka, kemudian memasuki Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. TNI Angkatan Laut menyiapkan pengawalan khusus dengan mengerahkan dua kapal perang jenis frigat serta pesawat udara dari Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal).
Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di perairan Jakarta pada Kamis, 17 September 2026.
Menuju Nama Baru
Selama perjalanan dari Italia menuju Indonesia, kapal masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan mengibarkan bendera Italia.
Setibanya di Indonesia, kapal tersebut direncanakan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya dan mengibarkan bendera Merah Putih. Peresmian nama baru itu disebut akan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
Kapal induk tersebut juga dijadwalkan mengambil bagian dalam Naval Parade (sailing pass) di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026.
Dalam agenda tersebut, KRI Sriwijaya akan menjadi salah satu kapal utama yang mendukung kegiatan peninjauan parade kekuatan 102 kapal perang TNI AL dalam rangka HUT ke-81 TNI.
Pangkalan Bergerak untuk Operasi Kemanusiaan
Di luar fungsi pertahanan, kapal ini direncanakan memiliki peran dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Salah satu fungsi yang disiapkan adalah sebagai pangkalan bergerak di laut untuk mendukung penanggulangan bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan.
Dukungan tersebut akan memanfaatkan kemampuan helikopter dan drone yang dapat dioperasikan dari kapal.
Dengan kemampuan tersebut, keberadaan kapal induk diharapkan tidak hanya mendukung operasi pertahanan, tetapi juga memperkuat kapasitas Indonesia dalam merespons berbagai kondisi darurat di wilayah kepulauan.










