Kapal Kemanusiaan PMI Bawa 258 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

JK kembali menyalurkan Rp2 miliar dan mengerahkan tim medis serta puluhan personel untuk memperkuat operasi kemanusiaan di lima kabupaten terdampak.

Ikonkata-Palang Merah Indonesia (PMI) kembali mengirim bantuan dalam jumlah besar untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal kemanusiaan PMI membawa 258 ton bantuan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, PMI kembali menyalurkan dana bantuan sebesar Rp2 miliar. Penyaluran tersebut menjadi yang ketiga kalinya dilakukan PMI untuk mendukung penanganan bencana di NTT.

banner 970x250

“(Hari ini) kita sudah transfer untuk ketiga kalinya dana Rp2 miliar, tambah lagi itu Rp2 miliar kira-kira. Terima kasih semua yang memberikan bantuan,” ujar JK saat melepas pengiriman bantuan di Terminal IKT Domestik Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (22/8/2026).

Kapal kemanusiaan PMI yang bekerja sama dengan Kalla Lines diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk tiba di wilayah terdampak.

Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan dasar pengungsi, perlengkapan keluarga hingga peralatan pendukung operasi lapangan.

Di antaranya 10.000 sarung, 20.000 pakaian, 5.000 daster, 4.000 Al-Qur’an, 3.000 terpal, 2.000 air mineral, 1.000 hygiene kit, 1.000 dignity kit, 500 baby kit, 500 kitchen kit, 1.000 matras, 1.000 selimut, dan 1.500 jerigen.

PMI juga mengirim 25 tenda berukuran 6×12 meter, 25 toilet portabel, 10 kendaraan tangki air, 10 mobil pick up, serta tujuh kendaraan double cabin untuk mendukung operasional kemanusiaan.

Perlengkapan lainnya berupa 1.200 lampu surya, 1.000 radio, 1.000 senter, 500 sekop, 500 gerobak sorong, 200 sprayer, 200 paket alat pelindung diri (APD), helm, serta perlengkapan anak-anak turut dibawa dalam kapal tersebut.

40 Tenaga Medis Diterjunkan

Selain bantuan logistik, PMI memperkuat layanan kesehatan bagi warga terdampak. Tim medis dikerahkan dari sejumlah daerah, antara lain Jakarta, Rumah Sakit Bogor, Surabaya, Sorong, dan Makassar.

Saat ini terdapat sekitar 40 personel medis yang terbagi dalam empat kelompok. PMI juga menyiapkan tambahan sekitar 50 personel yang akan diberangkatkan secara bertahap.

“Setiap dua minggu akan dilakukan pergantian tim,” kata JK.

Pada Sabtu (22/8), PMI kembali mengirim sekitar 30 personel tambahan untuk memperkuat operasi di lokasi bencana.

Menurut JK, keberadaan tim kesehatan menjadi bagian penting dari respons PMI karena kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan bantuan logistik, tetapi juga pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.

Distribusi Harus Tepat Sasaran

JK menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara terkoordinasi. Banyaknya bantuan yang berasal dari pemerintah, masyarakat, pemerintah daerah maupun organisasi kemanusiaan harus disalurkan berdasarkan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

“(Kita) memanfaatkan semua bantuan dari pemerintah, masyarakat, daerah, dan PMI. Kita minta juga agar diatur distribusinya sesuai dengan yang terdampak,” ujarnya.

PMI telah menyiapkan tim di NTT untuk mengatur distribusi bantuan berdasarkan wilayah dan tingkat kebutuhan. Gempa tersebut diketahui berdampak pada lima kabupaten di NTT.

JK mengatakan kapal kemanusiaan masih dalam proses pemuatan dan diperkirakan baru akan penuh hingga tengah malam sebelum diberangkatkan menuju wilayah bencana.

PMI memastikan operasi kemanusiaan di NTT akan terus dilanjutkan dengan melibatkan berbagai unsur, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan maupun dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat pascagempa.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama