Jembatan Kembar Sungai Maros Dikebut, Proyek Rp51,6 Miliar Jadi Solusi Kemacetan Trans Sulawesi

Pemkab Maros, Pemprov Sulsel, dan BBPJN Sulsel memperkuat koordinasi pembangunan duplikasi Jembatan Sungai Maros yang ditargetkan mengurai bottleneck jalur Makassar–Maros.

Ikonkata-Pemerintah Kabupaten Maros mempercepat pembangunan duplikasi atau jembatan kembar Sungai Maros sebagai salah satu solusi mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di jalur nasional Trans Sulawesi.

Bupati Maros memimpin langsung rapat koordinasi percepatan pembangunan jembatan tersebut bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp51,6 miliar itu dinilai strategis karena berada di salah satu titik penyempitan jalan atau bottleneck pada jalur utama Makassar–Maros.

Pemkab Maros menilai pembangunan jembatan kembar menjadi kebutuhan mendesak. Ruas jalan di kedua sisi jembatan saat ini telah memiliki kapasitas empat lajur, sementara jembatan eksisting masih hanya melayani dua lajur.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu perlambatan arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk dan saat volume kendaraan meningkat.

Dalam rapat koordinasi, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga membahas percepatan tahapan pengadaan tanah bagi warga yang terdampak pembangunan.

Proses pembebasan lahan akan dilakukan dengan mekanisme appraisal profesional dan dikawal secara transparan agar tahapan pembangunan tidak terhambat persoalan administrasi maupun lahan.

Dibagi Tiga, Pusat dan Daerah Berbagi Peran

Pembangunan jembatan kembar tersebut melibatkan pembagian peran antara pemerintah pusat dan daerah.

BBPJN Sulawesi Selatan bertanggung jawab pada pembangunan konstruksi fisik jembatan dengan panjang sekitar 103 meter. Sementara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan dukungan terkait pengadaan lahan.

Adapun Pemkab Maros berperan mengawal pelaksanaan di lapangan sekaligus memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif.

Pemerintah juga memastikan pembangunan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan. Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas pada jalur utama Makassar–Maros diupayakan tetap berjalan normal tanpa penutupan total.

Pembangunan jembatan kembar ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap kemacetan, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan.

Jalur Makassar–Maros merupakan salah satu koridor penting yang menghubungkan Kota Makassar dengan wilayah utara Sulawesi Selatan, termasuk Pangkep dan Barru. Kelancaran arus kendaraan di jalur tersebut berpengaruh langsung terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan logistik.

Pemkab Maros optimistis keberadaan jembatan kembar nantinya dapat mengurangi titik perlambatan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Dengan percepatan pembangunan dan koordinasi lintas pemerintah, proyek ini diharapkan mampu menjawab persoalan kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi masalah bagi pengguna jalur Trans Sulawesi.

banner 336x280