Ikonkata-Final Piala Dunia FIFA 2026 akhirnya mempertemukan dua kesebelasan yang diimpikan banyak pencinta sepak bola. Juara bertahan Argentina akan menghadapi Spanyol pada partai puncak di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026), setelah kedua raksasa itu melewati semifinal setelah mengalahkan lawan berat di semifinal. Spanyol membungkam Prancis sementara Argentina comeback mengalahkan Inggris.
Bagi Argentina, kemenangan 2-1 atas Inggris menjadi bukti mengapa mereka masih menyandang status juara dunia. Sempat tertinggal oleh gol Anthony Gordon pada menit ke-55, La Albiceleste menolak menyerah.
Saat Inggris mulai bertahan demi mempertahankan keunggulan, Argentina mengambil alih kendali permainan. Tekanan demi tekanan akhirnya memecah pertahanan Three Lions. Enzo Fernández menyamakan kedudukan pada menit ke-85 melalui tembakan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Lionel Messi.
Memasuki injury time, Alexis Mac Allister lebih dulu membentur tiang gawang. Bola liar kembali dikuasai Messi yang mengirim umpan silang presisi ke tiang jauh. Lautaro Martínez datang tanpa kawalan dan memastikan kemenangan Argentina pada menit 90+2.
Dua assist Messi menjadi penentu kebangkitan sang juara bertahan sekaligus mengantar Argentina ke final Piala Dunia ketujuh dalam sejarah mereka. Kini, pasukan Lionel Scaloni tinggal selangkah lagi mempertahankan gelar—sesuatu yang terakhir kali dilakukan Brasil lebih dari enam dekade lalu.
“Mereka menekan kami selama 60 menit. Setelah itu mereka kehabisan tenaga. Kami mulai lebih tenang mengalirkan bola dan akhirnya mencetak dua gol. Setelah tiga setengah tahun, kami kembali bermain di final Piala Dunia,” ujar Lautaro Martínez.
Di semifinal lainnya, Spanyol menunjukkan sebagai raja Eropa.
Menghadapi Prancis yang bertabur bintang, La Roja tampil disiplin dalam bertahan dan efektif saat menyerang. Penalti Mikel Oyarzabal membuka keunggulan sebelum Pedro Porro menggandakan skor melalui kombinasi apik bersama Dani Olmo.
Prancis sempat meningkatkan intensitas lewat Kylian Mbappé, Désiré Doué, dan Rayan Cherki. Namun organisasi pertahanan Spanyol nyaris sempurna. Unai Simón tampil tenang di bawah mistar, sementara Marc Cucurella berkali-kali mematahkan ancaman Les Bleus.
Kemenangan itu membawa Spanyol kembali ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara di Afrika Selatan pada 2010.
“Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Kami memainkan pertandingan yang luar biasa dan melakukan semua yang diperlukan untuk mencapai final. Ini adalah pencapaian seluruh tim,” kata Pedro Porro.
Spanyol, sang juara bertahan Eropa, akan berhadapan dengan Argentina, juara bertahan dunia.
Di satu sisi berdiri generasi baru La Roja yang dipimpin Lamine Yamal. Di sisi lain, Lionel Messi berpeluang menutup karier Piala Dunianya dengan mempertahankan mahkota dunia.
Pertemuan dau generasi Laroja dan generasi lama Messi di Argentina.










