Ketua DPD RI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Perkuat Gizi Anak dan Ekonomi Daerah

Sultan Baktiar Najamudin menegaskan Program MBG harus tepat sasaran, menjangkau hingga wilayah 3T, serta melibatkan UMKM, koperasi, petani, dan nelayan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

Ikonkata-Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berperan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Sultan, program prioritas nasional tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pelaksanaannya harus berlangsung secara akuntabel, tepat sasaran, dan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.

Hal itu disampaikan Sultan dalam Sidang Paripurna ke-11 DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

“Program Makan Bergizi Gratis harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara adil. Pelaksanaannya juga perlu memperhatikan kondisi dan potensi masing-masing daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Sultan.

Ia menilai implementasi MBG harus disesuaikan dengan karakteristik geografis, sosial, budaya, serta potensi pangan lokal di setiap daerah, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, pendekatan tersebut akan membuat program lebih efektif sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal.

Sultan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar pelaksanaan program berjalan optimal.

Selain itu, ia mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, koperasi, petani, hingga nelayan, dalam rantai pasok bahan pangan Program MBG.

“Melibatkan pelaku usaha dan produsen pangan lokal bukan hanya memperkuat rantai pasokan, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

DPD RI juga meminta pemerintah melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program, baik dari aspek peningkatan status gizi anak, penurunan angka stunting, kualitas kesehatan, hingga dampaknya terhadap proses belajar peserta didik.

Tak hanya itu, evaluasi juga perlu mengukur sejauh mana Program MBG mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah.

“Dengan evaluasi dan monitoring yang berkelanjutan, kami berharap Program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal,” tutup Sultan.

banner 336x280