Ikonkata-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dari rumah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Rano Karno saat menghadiri Karnaval Jakarta Penuh Warna dalam rangkaian kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026).
Menurut Rano, perubahan pola pengelolaan sampah harus segera dilakukan karena mulai Agustus 2026 kawasan TPST Bantar Gebang tidak lagi diperbolehkan menerapkan sistem open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka.
“Mulai Agustus ini, kawasan Bantar Gebang sudah tidak diperbolehkan lagi menggunakan sistem open dumping. Semua sampah yang kita kirim harus berupa residunya saja,” ujar Rano.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menuntut masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber, sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi dan hanya menyisakan residu yang tidak dapat diolah kembali.
Rano mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini terus menggencarkan kampanye dan edukasi kepada masyarakat di tingkat wilayah agar terbiasa mengelola sampah dari rumah melalui pemilahan antara sampah organik, anorganik, dan residu.
Selain mendorong perubahan perilaku masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga tengah memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah dengan membangun fasilitas pengolahan berteknologi tinggi atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di sejumlah lokasi.
Salah satu proyek yang sedang berjalan berada di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di ibu kota.
“Sekarang pengolahan harus dilakukan di tempat masing-masing. Pesan intinya adalah jaga Jakarta, itulah hal yang paling utama,” tegas Rano.
Pemprov DKI berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah menjadi kunci keberhasilan transformasi sistem persampahan di Jakarta menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.










