PDAM Makassar Kebut Proyek Pompa Moncongloe, Pasokan Air Baku Disiapkan untuk Perkuat Layanan di Wilayah Utara

Komitmen percepatan proyek itu ditunjukkan melalui peninjauan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, bersama Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris ke lokasi pembangunan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal.

Ikonkata – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mempercepat penyelesaian pembangunan sistem pompa air baku di Sungai Moncongloe, Kabupaten Maros, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pasokan air bersih bagi pelanggan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi penopang baru distribusi air, terutama saat kapasitas sumber air utama mengalami penurunan.

Komitmen percepatan proyek itu ditunjukkan melalui peninjauan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, bersama Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris ke lokasi pembangunan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal.

Monitoring lapangan dilakukan sekaligus mengevaluasi kesiapan proyek agar target operasional pada akhir Juni 2026 dapat tercapai. PT Teraya selaku pelaksana proyek juga diminta menuntaskan seluruh pekerjaan sesuai komitmen yang telah disepakati.

Andi Syahrum menjelaskan, keberadaan sistem pompa baru menjadi kebutuhan mendesak karena akan menambah suplai air baku menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA). Tambahan pasokan tersebut dinilai penting untuk menjaga kontinuitas layanan kepada pelanggan ketika debit sumber air utama mengalami penurunan.

“Kami memastikan komitmen PT Teraya agar akhir Juni ini pompa di Manggala sudah dapat berfungsi. Masih ada beberapa pekerjaan tersisa, tetapi kami sudah meminta percepatan agar penyambungan jaringan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir kebutuhan tambahan air baku masih ditopang oleh pompa lama. Namun, fasilitas tersebut mengalami kerusakan pada tahun ini sehingga tidak lagi dapat dioperasikan.

Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya pasokan air baku menuju instalasi pengolahan dan berpengaruh terhadap distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Makassar.

“Tahun-tahun sebelumnya kebutuhan tambahan air baku masih dibantu oleh pompa lama. Namun tahun ini pompa tersebut mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat digunakan, sementara kami menunggu penyelesaian sistem pompa yang baru,” kata Syahrum.

Hingga kini, sejumlah pekerjaan teknis masih terus dikebut. Di antaranya penyambungan tiga unit pompa ke sistem utama, penyelesaian jaringan kelistrikan, serta penyambungan pipa pada jalur distribusi akhir agar sistem dapat beroperasi secara optimal.

Manajemen PDAM memastikan pengawasan terhadap proyek akan dilakukan secara intensif hingga seluruh tahapan selesai. Target jangka pendeknya adalah mengoperasikan minimal satu unit pompa untuk menjalani uji coba sebelum sistem bekerja secara penuh.

Menurut Syahrum, keberhasilan proyek ini tidak hanya menjadi solusi atas berkurangnya kapasitas pompa lama, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam memperkuat keandalan sistem penyediaan air baku bagi Kota Makassar.

Apabila seluruh sistem telah beroperasi, tambahan pasokan air dari Sungai Moncongloe akan diprioritaskan untuk meningkatkan layanan di wilayah utara Kota Makassar, kawasan Kerung-Kerung, serta wilayah timur yang selama ini masih membutuhkan tambahan debit air.

“Pompa ini nantinya akan membantu pelayanan untuk wilayah utara, Kerung-Kerung, dan kawasan timur Kota Makassar,” pungkasnya.

Dengan percepatan pembangunan sistem pompa air baku tersebut, PDAM Makassar berharap memiliki cadangan pasokan yang lebih kuat sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan dapat berlangsung lebih stabil, terutama pada musim kemarau maupun ketika terjadi gangguan pada sumber air utama.

banner 336x280