Ikonkata-Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana kembali menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan tahap ketiga termin pertama tersebut secara simbolis diserahkan oleh Kepala BNPB, Suharyanto, kepada perwakilan masyarakat pada Senin (22/6/2026). Sebanyak 4.400 kepala keluarga (KK) menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp93,75 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp38,25 miliar dialokasikan untuk 2.550 KK pemilik rumah dengan kategori rusak ringan. Sementara Rp55,50 miliar disalurkan kepada 1.850 KK yang rumahnya mengalami kerusakan sedang akibat bencana yang terjadi pada November 2025 lalu.
Suharyanto menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang terus dijalankan pemerintah untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Menurutnya, penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan pada tahap berikutnya setelah dana yang telah diterima masyarakat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Karena itu, ia mengingatkan para penerima bantuan agar menggunakan dana secara tepat dan bertanggung jawab.
“Dana yang telah disalurkan harus digunakan sesuai tujuan agar proses pemulihan berjalan baik dan bantuan tahap selanjutnya dapat segera diberikan kepada masyarakat yang masih menunggu,” ujarnya.
Sebelumnya, BNPB telah menyalurkan bantuan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, bantuan sebesar Rp42,06 miliar diberikan kepada 2.804 KK dengan rumah rusak ringan, sedangkan Rp70,11 miliar dialokasikan bagi 2.337 KK yang rumahnya mengalami kerusakan sedang.
Selanjutnya pada tahap kedua, pemerintah menyalurkan Rp35,04 miliar kepada 2.336 KK pemilik rumah rusak ringan dan Rp51,66 miliar kepada 1.722 KK dengan kategori rumah rusak sedang.
Secara keseluruhan, bantuan yang telah digelontorkan pemerintah untuk perbaikan rumah warga terdampak bencana di Aceh Tamiang mencapai ratusan miliar rupiah sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kawasan terdampak.
BNPB berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat kembali menempati hunian yang aman dan layak, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi yang sempat terganggu akibat bencana.
Suharyanto menegaskan bahwa proses rehabilitasi menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan kondisi tujuh bulan lalu. Ia juga memastikan seluruh warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.
Pemerintah, kata dia, telah menyediakan tempat tinggal yang lebih layak selama proses pemulihan berlangsung. Sementara warga yang sebelumnya berstatus penyewa dan tidak memiliki hak atas tanah juga telah difasilitasi melalui hunian sementara yang disediakan pemerintah.
“Pemerintah berupaya memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan,” katanya.
Melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi yang terus berjalan, pemerintah berharap Aceh Tamiang dapat semakin cepat bangkit dari dampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.










